Karir di Business Development / Sales in Tech

Career Tips

Karir di Business Development / Sales in Tech

Tech adalah masa depan. Berbeda dengan persepsi banyak orang, untuk memiliki karir yang “future-proof” di tech, kamu tidak perlu melulu belajar coding untuk bahkan tidak perlu ijazah universitas.

Lewat tulisan ini, kamu akan belajar beberapa hal:

#1 Evolusi dunia teknologi
#2 Apa itu Business Development (BD)/ Sales in Tech?
#3 Tugas keseharian-nya
#4 Jenjang karir-nya
#5 Skills yang dibutuhkan
#6 Gaji rata-rata
#7 Apakah aku cocok menjadi BD/ Sales in Tech ?
#8 Cara memulai karir sebagai BD/ Sales in Tech

#1 Evolusi Dunia Teknologi

Coba lihat yang ada di depanmu sekarang. Kamu pasti sedang menatap layar laptop atau ponsel. Mungkin kamu baru selesai menjalankan meeting di zoom. Atau membuat laporan di google sheet sambil mendengarkan musik di aplikasi Spotify.

Semuanya yang kamu gunakan adalah teknologi.

Di era ini, inovasi produk teknologi semakin pesat karena didukung oleh infrastruktur yang juga semakin terjangkau.

Akibatnya semakin mudah juga untuk mendirikan perusahaan teknologi dan peluang ini diambil banyak orang.

Bukan hanya yang menjual perangkat keras (hardware) seperti printer atau komputer,

namun juga perangkat lunak (software) maupun servis seperti aplikasi, cloud computing, dsb.

Dan teknologi pun bukan hanya yang kita gunakan juga sebagai konsumen massal.

Source : Chiefmartec


Ada berbagai bentuk teknologi yang digunakan oleh perusahaan untuk mempermudah kinerja mereka. Misalkan marketing tech, HR tech, supply chain tech, accounting tech, dan beragam lainnya.

Lebih dari 50% perusahaan memutuskan untuk meng-outsource urusan teknologi ini, agar tenaga mereka bisa fokus ke produksi bisnis utamanya.

Dan yang perlu disadari: transaksi teknologi seperti ini tidak pernah bermain dengan uang kecil.

Maka, mayoritas pelanggan untuk perusahaan tech adalah perusahaan lain.

Pertanyaannya adalah: dari sekian banyak teknologi yang bermunculan:
1. Siapa yang membantu inovator untuk menjual teknologinya?
2. Siapa yang membantu perusahaan untuk memilih teknologi terbaik untuk bisnisnya?

Jawabannya adalah Business Development (BD)/ Sales in Tech.


#2 Apa itu Business Development/ Sales in Tech?

Bringing technology to other companies in the world" - Patrick Steinbrenner

Peran Business Development/ Sales in Tech adalah menjual produk teknologi inovatif ke perusahaan agar mereka bisa menyediakan customer experience yang baik untuk pelanggan mereka.

Berdasarkan survey, 70% dari keputusan pembelian sebuah teknologi bukan terletak dari kecanggihannya, namun kemampuan orang yang menjualnya.

Maka tidak heran kalau permintaan untuk tenaga sales di tech sangat tinggi. Namun saat ini supply tenaga kerja sangat rendah karena beberapa hal:

  • Ini tidak diajarkan di universitas
  • Tenaga sales tradisional tidak banyak yang nyaman dengan tech sebagai produk
  • TIdak ada keinginan mereka untuk belajar atau tidak ada orang yang mengajarkan
  • Kesempatan entry level terus terbuka, karena yang sudah ahli cepat naik jabatan.
Source : CNBC 


Artikel dari CNBC menyatakan bahwa di daerah Asia, sales menjadi posisi yang tersulit bagi seorang rekruter untuk menemukan orang yang tepat. Perusahaan di Asia sampai rela merekrut orang dari benua lain untuk mengisi posisi tersebut.


#3 Apa tugas keseharian Business Development/ Sales in Tech?

Apa yang membuat Sales in Tech/BD berbeda?

1. Menjual Produk / Jasa ke Bisnis Lain

Mungkin kamu pernah mendengar istilah B2C dan B2B.

B2C (Business to Consumer) adalah menjual produk ke konsumen/masyarakat. Misalkan perusahaan Adidas menjual Sepatu, Singapore Airlines menjual tiket penerbangan.

Sedangkan B2B (Business to Business) adalah menjual produk kita ke bisnis lain. Misalkan menjual platform marketing ke Adidas, menjual aplikasi ke Singapore Airlines.

Jadi Perusahaan adalah pelanggan kita.

2. Bersifat Konsultatif

Pelanggan B2B cenderung memiliki permasalahan yang lebih kompleks dan spesifik, dengan jarak waktu pengambilan keputusan yang tidak singkat.

Jika menggunakan teknik sales yang “manipulatif” atau “mengganggu”, cara ini dipastikan tidak akan berhasil. Sales di tech akan berperan besar terhadap transaksi jika pendekatannya konsultatif.

Seorang BD harus bisa mendengarkan permasalahan dari pelanggan secara saksama. Setelah itu, dengan keterampilannya berupaya agar pihak perusahaan paham bagaimana produk ini bisa menjadi solusinya.

Seorang BD juga tidak asal mentarget ke semua prospek, tapi harus bisa mengidentifikasi siapa yang membutuhkan produk ini dan kapan membutuhkannya.

Karena, jika sales menjual produk ke pengguna yang tidak membutuhkan, mereka akan: (1) meninggalkan produkmu, (2) tidak memberi rekomendasi (3) bahkan berbicara buruk tentang produk.

Keberhasilan Sales in Tech/BD terletak pada keberhasilan daripada pelanggan.



#4 Bagaimana jenjang karir Business Development/ Sales in Tech?

Jika karirmu bergerak secara vertikal, maka pergerakan karirmu kurang lebih :

Sales development representative > Account Executive > Sales Manager > Sales Director > VP of Sales > CEO.

Ya betul, CEO. Tidak jarang CEO yang mengawali karirnya sebagai Sales in Tech/BD.

Warren Buffet (Investor Amerika), Howard Schultz (Former CEO Starbucks) dan Sara Blakely (Founder of Spanx) adalah sebagian dari banyak CEO yang memulai karirnya sebagai sales di tech

Ini karena mentalitas yang didapatkan sesuai yang dibutuhkan oleh seorang CEO, yaitu menjual dan meyakinkan orang tentang produk dan servis perusahaan.

Dan juga, tidak ada sales = tidak ada bisnis.

Selain itu, seorang Sales in Tech / BD  juga memiliki serangkaian transferable skill yang dapat membuatnya berpindah karir secara lateral misalkan ke:

  • Market research (Marketing)
  • Human Resource (HR)
  • Customer Success
  • Sales Enablement

#5 Skill apa yang dibutuhkan dan didapatkan sebagai Business Development/ Sales in Tech?

Ingat, ketika kita bekerja, bukan hanya saja skill yang dibutuhkan yang perlu diperhatikan. Kamu juga bisa mempertimbangkan skill yang akan didapat selama bekerja di posisi tersebut.

Dalam Sales in Tech/BD, ini adalah skill yang dibutuhkan:

  • Adaptasi--kamu harus bisa beradaptasi dengan berbagai karakteristik orang, atau mencari solusi di berbagai situasi yang berbeda
  • Disiplin-- karena kamu akan melakukan sesuatu meskipun you don’t feel like it. (Di kehidupan nyata, seperti harus olahraga meskipun ingin rebahan)
  • Kegigihan--ketika kondisi sulit, kamu tidak mudah menyerah.Gagal terjadi hanya ketika berhenti mencoba.
  • Manajemen mindset yang positif-- kamu harus bisa tersenyum dan mencoba memahami klien yang sulit. Caranya adalah dengan tau cara berfokus ke hal yang tepat.
  • Problem solving-- kamu dapat menyelesaikan berbagai masalah, dengan pendekatan active listening
  • Komunikasi efektif-- baik verbal dan tertulis. Kamu akan sering membuat proposal, menulis email, menelpon prospek.
  • Manajemen waktu & produktivitas-- Bisa mengelola waktu dalam sehari, membagi prioritas antara klien dan memanfaatkan waktu yang terbatas dengan maksimal.

#6 Berapa kisaran gaji di Business Development/ Sales in Tech?

Source: Payscale

Berdasarkan payscale, rata-rata gaji tahunan seorang Business Development Associate adalah Rp 135.000.000. Untuk entry level mulai sekitar Rp 7.000.000.

Namun di beberapa perusahaan, posisi Sales in Tech/BD juga berjalan sistem komisi. Jadi semakin banyak kamu mencetak goal, semakin banyak kompensasi finansial yang kamu dapatkan.

#7 Apa aku cocok menjadi seorang Business Development/ Sales in Tech?

Jika ada kekhawatiran: aku introvert, aku tidak jago jualan, aku tidak bisa coding / tidak ada latar belakang tech… kamu tidak perlu khawatir.

Miskonsepsi banyak orang terhadap pekerjaan sales adalah harus ekstrovert. Padahal, ada banyak critical skill yang dibutuhkan sales di tech yang ditemukan pada introvert misalkan mendengarkan dengan teliti dan beradaptasi dengan gaya komunikasi sesuai dengan prospek.

Namun, jika kamu tidak suka berbicara dengan orang, mungkin ini bukanlah karir yang cocok untukmu.

Kamu juga tidak harus bisa praktik coding atau pernah sekolah pemrograman. Yang terpenting adalah pemahaman akan produk yang kamu jual dan siapa yang membutuhkannya.

Sedangkan jika kamu merasa tidak jago jualan, perlu kamu sadari bahwa berjualan adalah skill-- dan semua skill (seperti berolahraga maupun bermain gitar) bisa dipelajari.

Masih sedikit ragu untuk memulai karir ini? Coba tonton video Mitor dan Fakta tentang karir BD / Sales in Tech berikut ini :

#8 Bagaimana memulai karir di bidang Business Development/ Sales in Tech ?

RevoU saat ini bekerjasama dengan Patrick Steinbrenner, Regional Managing Director APAC di Insider, telah menyusun kurikulum 3 bulan yang akan melatihmu menjadi Business Development Associate yang siap bekerja di perusahaan tech.

Kamu akan belajar proses sales, psychology in sales, mengubah mindset, komunikasi efektif verbal maupun tertulis, beragam sales channel dan tools, menjual produk tech, sampai networking. Tidak hanya belajar, kamu akan langsung praktik dengan instruktur berpengalaman di tingkat Asia Tenggara.

Jika kamu tertarik untuk mempelajari program ini lebih lanjut, klik di sini.

Teaching driven individuals the skills they need to accelerate their career in the tech industry

Vilory Ivy

Vilory Ivy

Content Marketing Executive at RevoU