A Day in the Life of "Social Media Specialist"

Kamu tertarik ingin menjadi Social Media Specialist, tapi belum ada gambaran:

  • Keseharian-nya ngapain sih?
  • Suka-duka nya apa?
  • Ekspektasi vs realita gimana?

Di artikel ini, kamu akan menemukan jawabannya dari 2 Social Media Specialist yang bekerja di 2 perusahaan yang berbeda.


#1 Halo! Boleh perkenalkan diri kamu, tempat kerja, dan role kamu?

Gisha

Hi, kenalin aku Gisha! Sekarang, aku lagi kerja sebagai Social Media Specialist yang khusus menghandle channel merchant-facing di Gojek.

Jadi keseharianku dekat banget berhubungan dengan para pelaku UMKM, khususnya yang sedang mengembangkan usahanya bersama layanan-layanan dari Gojek

Sarah

Halo, nama aku Sarah Silvia, biasa dipanggil Sarsil. Aku adalah Senior Social Media Executive di RevoU, basically the Mimin and the caretaker of Instagram, LinkedIn, Twitter and Tiktok of RevoU.

Sebelum bekerja di RevoU, aku bekerja sebagai Sr. Marketing Communication di salah satu perusahaan Advertising Technology (StickEarn), total sekitar 4,5 tahun bekerja di bidang Marketing & Social Media

#2 Apa hal yang membuat kamu tertarik berkarir di bidangmu yang sekarang (Social Media) ?

Gisha

Awalnya simple banget, karena aku suka sharing sesuatu di social media!

Kalau nemu tempat makan enak yang kayanya masih hidden gem atau habis coba resep masakan baru dan berhasil, aku selalu pengen share ini ke orang lain. Bisa dibilang mulainya dari hobi dan kesenangan pribadi sih.

Selain itu menurut aku, social media juga bidang yang menyenangkan karena sangat applicable dan dekat dengan kehidupan sehari-hari

Sarah

Awalnya karena sejak pertama bekerja, salah satu main jobdesc aku adalah menulis dan handling social media di salah satu perusahaan online travel yang punya 2 segment, yaitu B2B dan B2C.

Kemudian aku sadar kalau the social media game for a brand is totally different than the personal ones. Setiap target audiences butuh pendekatan gaya bahasa dan objective yang berbeda-beda. I find it challenging and fun at the same time.

Semakin aku mendalami pekerjaan sosial media (yang dulunya cuma salah satu bagian dari pekerjaanku), semakin aku penasaran untuk ngulik how to do social media for brand, professionally and effectively.

#3 Kalau sekarang, day-to-day kamu typically seperti apa?

#4 Apa biggest reward & biggest challenge sebagai Social Media Specialist ?

Gisha

Sebagai Social Media Specialist di Gojek Merchant Marketing, aku banyak ketemu audiens yang rata-rata pelaku UMKM yang masih merintis usahanya. Di sini aku merasa peran social media bukan cuma demi kepentingan brand presence aja.

(+) Most rewarding moment menurut aku adalah saat ada merchant yang tiba-tiba ngereach dan menyampaikan gratitude mereka karena merasa usahanya semakin improve setelah ngikutin tips dan insight yang dishare.

Rasanya kaya semua proses brainstorm dan produksi konten terbayar, bukan cuma karena performancenya oke aja, tapi juga karena kontennya bisa kasih real impact ke audience.

(-) Biggest challengenya so far untuk selalu stay relevant sama audience, karena social media sangat dinamis dan setiap hari selalu ada hal baru yang bisa diangkat.

Selain itu ada kalanya juga saat kita udah planning campaign atau konten dengan mateng, ternyata performancenya ga sesuai dengan harapan. Tapi dari situ jadi bisa ambil learningsnya untuk diimplement ke strategi selanjutnya

Sarah

Happiest moment:

Pas nyari-nyari hal yang lagi trend. Kita jadi peka sama trend terbaru dan jadi up to date– di kerjaan hingga personal life.

Terus bisa ngasah creative thinking dan ngeliat banyak hal exciting (dan kocak) di media sosial, di jam kerja, lol! That’s part of the research, and it’s fun!

Terus proses nulisnya juga seru, apalagi when I read some of Revou’s audiences commented about how the contents are inspiring/educating/entertaining for them… Rasanya segala cape ngontennya kebayar!

So happy bisa kasih hal yang positif, bahkan walaupun cuma make people chuckles a bit or the content make people went “oooh I see”, you know, that made me feel super happy!

Last but not least, ketika chatting sama para audiences, dan bisa bantu mereka solve their problems, atau bahkan sekadar nyemangatin para students yang ngetag RevoU through chat, rasanya seneng aja! :D

Most challenging moment:

Ideation part kadang challenging, sometimes we got zero idea, sometimes we got lots of ideas, and both were equally challenging.

Kenapa? Kalo ngga ada ide udah pasti pusing mikirin mau bikin konten apa ketika kekejar deadline. But on the other hand, kadang ide dari berbagai pihak banyak banget jadi agak challenging untuk kurasi based on priorities.

Terus, sering banget denger stigma orang yang nganggep Social Media is an easy job. Padahal aslinya challenging banget buat keep the performance going well karena basically it’s a 24/7 job and you have to think strategically & creative all the time plus we’re dealing with regular changes of algorithm.

One more thing, karena Social Media adalah salah satu channel yang cukup direct hubungannya dari brand ke audiences, jadi apa yang ditampilin bener-bener harus dipikirin banget, salah-salah posting/ngomong ya buh-bye :’)

#5 Terakhir, apa ekspektasi vs realita tentang pekerjaan ini sebelum kamu masuk di bidang media sosial?

Gisha

Jadi Social Media Specialist itu semudah bikin konten lalu ngepost.

Engga, ternyata berkarir di bidang social media, apalagi untuk company yang besar itu jauh lebih complex dari sekadar yang penting ngonten & rutin ngepost.

Kita juga responsible untuk mengoptimasi konten yang sudah dishare; either dengan crossposting, paid ads, atau dengan bantuan community dan KOL; menentukan strategi biar semua outputnya tetap align dengan value dan goals company, dan tentunya agar kontennya bisa kasih impact ke target audience kita. Secara ga langsung jadi harus tau a bit of everything.

Satu lagi yang aku pelajari, saat dikasih kepercayaan untuk handle channel social media brand besar, secara gak langsung kita jadi representatif brand kita di mata public. So our personal views will no longer be our own.

Sarah

Ekspektasinya dulu banget pas pertama ngerjain sosmed ya “social media itu bikin konten dan posting”.

Realitanya, setelah ngejalanin kerjaan social media terutama di 2 tahun terakhir ini, nyadar banget kalau salah satu skill yang wajib dimiliki sebagai Social Media Specialist adalah strategic thinking, membaca data analytics, dan strong copywriting.

Kerjaan sosmed bener-bener punya flow mulai dari mikirin ide, menentukan target audiences, nentuin brand voice, audiences persona, produksi konten, minimal bisa design tipis-tipis, copywriting jadi makanan utama, harus paham distribusiin konten ke platform yang tepat serta peka sama trend setiap harinya, dan paham nentuin (plus achieve) metrics social media sesuai objective nya.


‌Tertarik berkarir seperti Gisha & Sarah dan ingin belajar Social Media Marketing?

Kamu bisa mulai dengan membaca Panduan Karir Social Media Marketing untuk dapatkan berbagai informasi dan tips berkarir di Social Media.

Kamu juga bisa daftarkan dirimu ke Full-Stack Digital Marketing Program.

Cara kerja RevoU:

✓ Kelas online live dan interaktif selama 7 minggu (19.00–21.00 WIB)

✓ Belajar dari instruktur terbaik dari perusahaan ternama (lihat di sini)

Career coaching dengan sesi mentorship 1:1

Jika kamu mencari pekerjaan dan tidak mendapatkannya saat program selesai, bisa refund up to 100%