Kevin Alexander Surjadi—Instruktur RevoU | Senior Flutter Engineer di Stockbit

Yuk kenalan lebih dekat sama Instructor Full Stack Software Engineer, Kevin Alexander. Senior Software Engineer yang expert di Flutter & Mobile App!

Ervina Desiviola
Ervina Desiviola

Table of Contents

Setelah menjelajah waktu menyusuri seluk beluk Software Engineering di Software Engineering Career Hub,

Yuk kita kenalan sama salah satu instructor Software Engineering, Kevin! 👋

Sekilas Tentang Kevin

Selama lebih dari 4 tahun, Kevin Alexander Surjadi sudah berkecimpung di dunia Software Engineering di industri software development dan fintech tempatnya bekerja saat ini.

Sekarang, Kevin adalah Senior Flutter Engineer di Stockbit, sebuah one-stop platform investasi saham terkemuka untuk para investor dan trader saham di Indonesia. Ia memulai karirnya di Stockbit sejak tahun 2021.

Sebagai seorang Senior Flutter Engineer, ia bertanggung jawab untuk memimpin Frontend Team dalam menggunakan Flutter untuk pengembangan aplikasi mobile, serta membuat fondasi yang kokoh akan codebase dan workflow Flutter di perusahaannya.

Sejak tahun 2017, Kevin udah menemukan passionnya di Software Engineering, loh! Tepatnya, dalam membangun aplikasi mobile.

Kevin akan membimbingmu di Software Engineering Program selama kamu belajar di RevoU!

Yuk, ngobrol bareng Kevin!


Gimana perjalanannya berkarir di Software Engineering?

Pastinya, karena teknologi itu adalah hal yang keren sekaligus menakutkan.

Menakutkan dalam arti teknologi bergerak begitu cepat dan saking cepatnya tidak sedikit orang jadi merasa aneh dan lebih memilih hal yang lebih biasa kita lakukan secara tradisional.

Namun, hal tersebut malah membuat saya lebih ingin menjadi jembatan bagi banyak orang untuk merasakan kerennya teknologi!

Pertama kali menjadi seorang Software Engineer itu di tahun 2017, saat itu kondisi sedang program internship wajib dari Kampus.

Mengawali karir sebagai Backend Engineer kemudian ke Mobile Engineer (Android) di salah satu Software House di Jakarta.

Setelah itu, di kampus sedang ada kompetisi Hackathon yang diadakan oleh salah satu perusahaan media di Jakarta, dimana tim saya menjadi Juara pertama pada kompetisi tersebut.

Flutter Talks di Kompas Gramedia

Hal itu menyebabkan saya diundang untuk menjadi salah satu anggota pertama dari unit bisnis baru di perusahaan tersebut.

Di perusahaan tersebut, saya ditugaskan menjadi mobile engineer menggunakan teknologi Flutter untuk pertama kalinya.

Saat itu Flutter belum stabil, tapi saya dan tim cukup pede untuk tetap melanjutkan project tersebut menggunakan Flutter hingga menghasilkan dua aplikasi mobile yang dirilis langsung di dua platform secara bersamaan.

Aplikasi Reward Program Kompas Gramedia

Tak lama setelah itu, saya membantu tim Frontend web di sana dengan menggunakan teknologi Nuxt + TypeScript membangun tiga aplikasi web yang sekarang live di production.

Tiga tahun berselang, saya memberanikan diri untuk mencari pengalaman baru menuju ke salah satu perusahaan terkemuka di bidang Finance Technology (Fintech), yaitu Stockbit.

Kenapa saya tertarik untuk masuk ke Stockbit ini?

Karena saya lihat dari sekian banyak perusahaan, baru Stockbit, perusahaan yang besar dan berani untuk menggunakan teknologi Flutter di kala itu.

Dari situ saya diberi kesempatan lebih untuk bisa membawa influence dalam mengadopsi teknologi Flutter dan memberikan impact yang lebih baik dalam dunia Fintech berbentuk aplikasi mobile!

Gimana keseharian Senior Flutter Engineer di Stockbit?

Sebagai Senior Flutter Engineer di sini, sudah menjadi tugas saya untuk menjadi contoh bagi para Engineer lain.

Foto bersama tim Stockbit

Sehari-hari saya sering melakukan sharing pengalaman, memberikan referensi kepada tim, membuat perencanaan (planning), mengatur strategi (analisa), hingga eksekusi (kolaborasi).

Selain itu, saya juga harus menjadi jembatan bagi tim dari divisi lain untuk dapat memahami apa yang sudah, sedang, dan akan dilakukan oleh para Flutter engineer lainnya.

Memberi keputusan terhadap langkah-langkah yang harus diambil terhadap suatu permasalahan juga sudah menjadi tanggung jawab saya agar proses development dapat berjalan dengan lancar.

Apa tantangan terbesar Software Engineer di Fintech?

Fintech itu adalah suatu bidang usaha yang berdasar pada uang penggunanya..

Oleh sebab itu, di bidang ini, sudah menjadi kewajiban kita para Engineernya untuk memastikan bahwa uang pengguna tersebut aman dan tidak terjadi salah perhitungan sedikitpun pada setiap transaksinya.

Untuk mengatasi hal itu, kita sebagai Engineer selain harus mengerti dasar dari pengembangan software dan aplikasi itu sendiri, kita juga harus mengerti secara detil sisi bisnis dan cara kerja sistem tersebut (rumus perhitungan, cashflow, dan sebagainya).

Perlu dipahami, peran Engineer di real world ini, bukan hanya sekedar “kuli” coding, tapi juga business enabler!

Mitos/Miskonsepsi Software Engineer?

Mitos sih gak ada ya, mungkin lebih ke miskonsepsi, karena sekarang segala hal dipermudah dengan adanya internet, termasuk dunia Software Engineering.

Banyak yang mungkin kurang informasi tentang harus mulai belajar dari mana, sehingga banyak sekali Software Engineer yang belajarnya lompat-lompat.

Hal itu menyebabkan begitu banyak orang yang bisa membuat aplikasi tapi tidak mengerti untuk tujuan apa aplikasi itu dibuat dan kepada siapa akan dipasarkan.

Padahal, seharusnya Software Engineering dan pembuatan aplikasi ini dilakukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan sehingga dapat menjadi suatu nilai dan manfaat juga untuk orang lain.

3 Hal yang kamu harap bisa dipelajari di awal karir Software Engineer?

Sejauh ini sudah merasa cukup sih akan apa yang sudah dimiliki sekarang, mungkin lebih ke saya share 3 hal utama yang perlu dimiliki para calon Software Engineer yaa!

#1 Logika berpikir harus kuat

Sehingga para calon Software Engineer ini bisa paham bahwa jika ada suatu permasalahan seharusnya ada solusi meskipun itu sulit untuk dipecahkan.

Hal ini dapat diperkuat secara spesifik untuk Software Engineering setelah mempelajari algoritma dan struktur data.

#2 Fokus dulu di salah satu platform dan bahasa pemrograman

Saking terlalu banyaknya bahasa pemrograman dan juga platform-nya, mungkin para calon Software Engineer ini bisa fokuskan dulu di salah satu platform dan bahasa pemrograman, sehingga tidak memecah konsentrasi.

Namun, perlu diingat juga bahwa tetap harus melek terhadap teknologi!

Jika ada hal baru di platform dan bahasa pemrograman lain, jangan langsung berpindah hati. Tetapi, bisa pelajari cara kerjanya dan implementasikan pada platform dan bahasa pemrograman yang sudah difokuskan.

#3 Terjun ke lapangan

Selain kita harus mengalami langsung bagaimana dunia Software Engineering, kita juga harus melihat dunia sekitar.

Ternyata ada banyak sekali permasalahan yang terjadi di sekitar kita yang bisa kita selesaikan dengan kemampuan kita di Software Engineering ini.

Resources Software Engineer supaya up-to-date?

Kalau disuruh sebutin satu-satu, banyak banget ya, sekarang online resource sudah terlalu banyak.

Untuk online resource, Medium sudah cukup menjadi wadah untuk para Software Engineer bisa sharing tentang pengalaman-pengalaman mereka di dunia Software Engineering.

Bahkan, hampir semua perusahaan yang mengikuti perkembangan teknologi punya engineering blog di sana loh! Termasuk Stockbit-Bibit.

Sedangkan untuk bacaan yang lebih serius, bagi saya, O’reilly bisa jadi panduan yang cocok untuk kalian yang ingin tau A-Z tentang teknologi dan bisnis.

Cek juga sumber belajar Software Engineering lainnya di sini.

Good Software Engineer vs Great Software Engineer?

Ada satu quote yang masih kuingat sampe sekarang dari Fagner Brack,

Intinya adalah bahwa seorang Software Engineer yang baik adalah bukan yang serba bisa.

Tapi lebih ke yang tau persis, mana yang memberikan manfaat atau menjawab suatu permasalahan secara efektif dan efisien.

Apa tips praktis untuk yang tertarik berkarir di Software Engineering?

Kebanyakan dunia Software Engineering ini menggunakan bahasa Inggris, jadi jangan malas untuk mempelajari bahasa Inggris!

Lalu, jangan takut mulai dari 0 (basic, seperti logika dan algoritma).

Pasti di awal akan terasa sulit, tapi percayalah once you have it, you’ll master it easily!


Setelah baca ceritanya Kevin, kamu makin tertarik jadi Software Engineer?

Tenang, RevoU bisa bantuin kamu!

Di Full Stack Software Engineering RevoU, kamu akan belajar Software Engineering dari nol dan terstruktur.

Diajarin sama para expert seperti Kevin dan instructor lainnya, sampai bisa berkarir jadi Software Engineer dalam 9 bulan!

Cara Kerja RevoU:

Kelas online dan interaktif, setiap Senin-Kamis (19.00-21.00 WIB) dan Sabtu (13.00-15.00 WIB) selama 6 bulan

Belajar dari instruktur terbaik di industri (seperti Kevin)

Pembinaan karir yang dipersonalisasi dengan sesi mentorship 1:1 melalui RevoU Next

Tergabung dalam komunitas untuk networking dan pengembangan karir

Job Guarantee up to 100%. Jika kamu sedang mencari pekerjaan dan tidak mendapatkannya di akhir program, kursus ini GRATIS!

Siap jadi Software Engineer bareng RevoU?

Yuk, daftarkan dirimu di RevoU Full Stack Software Engineering dan cek jadwal course mendatang di sini! 🚀

Instruktur

Ervina Desiviola

Ervina is a Content Writer Executive at RevoU. She loves to share some stories through writings. Drowning in thousands of books by developing Fierofea Books (NGO for book donations in Indonesia)!