14 Strategi Efektif Mengembangkan Bisnis Menggunakan Digital Marketing—Tips dari Alumni RevoU

Setelah memasuki era digital, pemasaran produk/jasa maupun branding menggunakan digital marketing sangat potensial.

Khususnya, jika kamu memiliki target market di kalangan Millenial dan Gen Z yang sangat dekat dengan sosial media dan teknologi!

Tapi tentunya, perlu strategi efektif dalam menggunakan digital marketing supaya penjualanmu semakin meningkat dan bisnis semakin berkembang!

Di artikel ini, 3 alumni RevoU yang punya bisnis—di bidang wedding organizer, dan food and beverages—akan ceritain strategi digital marketing yang berdampak di bisnisnya!

Berikut bocoran strategi rahasianya mereka yang bisa kamu tiru! 🤫


Strategi Memahami Customer & Bisnis

Strategi #1 - Riset Pasar dengan Tepat

Dari pengalamannya berbisnis Cafe—Fala Coffeeshop—Falah Luthfi (Upay) pernah riset pasar dengan cara yang kurang tepat.

Alhasil, saat develop product masih dari preferensinya sendiri, bukan dari customer.

Your ego is your ego, but your business is your consumer's business and value.

- Yodito Nugrahacky, Head of Digital Marketing at PT Cipta Sarina Vidi

"Dari ilmu di RevoU, sekarang jadi lebih bisa menyesuaikan sama kebutuhan dan pain point customer dari hasil riset.

Biasanya, aku riset melalui kuesioner di social media (hasilnya NPS dan Satisfaction Score) atau interview langsung dengan ngobrol-ngobrol," jelas Upay.

Inilah contoh hasil Customer Satisfaction Research yang dilakukan Upay!

Strategi #2 - Customer Journey Mapping

Setelah melakukan riset pasar dan menemukan persona customer kamu, langkah selanjutnya adalah Customer Journey Mapping!

Customer Journey Mapping ini akan menyesuaikan dengan persona customer yang ditargetkan.

Contohnya seperti ini:

"Dari Customer Journey Mapping ini, kita jadi bisa lebih monitor dan menjaga metrics penting dan di-track apakah strategi tertentu berdampak ke revenue atau gak," jelas Upay.

Strategi #3 - Pecahkan Masalah dengan Root Cause Analysis (RCA)

Dalam memecahkan masalah di bisnisnya, Upay menerapkan berbagai metode Root Cause Analysis, seperti 5 Whys dan Fault Tree Analysis.

Sumber: Expert Program Management

Strategi Teknikal Digital Marketing

Strategi #4 - Buat Landing Page

Awalnya, Wedding Organizer milik Iswatun, Kiara Wedding, belum punya landing page.

Mayoritas hanya mengandalkan platform Wedding Vendor Marketplace ataupun ikut pameran.

"Dari RevoU, aku baru tau kalau landing page itu penting untuk bangun brand awareness dan kepercayaan customer!

Jadi, aku dan team langsung planning untuk buat landing page Kiara Wedding.

Sekarang udah publish, loh! Kamu bisa cek di sini," kata Iswatun.

Sebenarnya, kenapa landing page penting untuk sebuah bisnis?

Karena landing page itu halaman pertama yang dikunjungi oleh audience setelah melihat postingan atau iklanmu.

Landing page juga didesain secara khusus untuk mencapai satu tujuan aja.

Dalam kasusnya Kiara Wedding, landing page-nya bertujuan untuk mendapatkan leads (kontak) melalui konsultasi gratis.

Secara umum, landing page biasanya berisi:

  • Hero image
  • Headline dan subheading
  • Supporting copy
  • Forms
  • Call to Action (CTA)

Informasi lebih lengkap tentang landing page bisa kamu baca di RevoUpedia, ya!

Strategi #5 - Buat Strategi Konten yang Matang

"Setelah belajar soal content strategy, aku jadi tau kenapa dulu Instagram Kiara Wedding itu sepi!

Karena dulu, kita cuma sekadar upload project atau event-event aja, jadi gak relate sama audience. Alhasil, engagement audience juga rendah," kata Iswatun.

"Content strategy juga bisa di-break down lagi, misalnya perlu ada content theme dan content pillar-nya. Jadi, kita tau proporsi konten-konten yang perlu di-share di social media," lanjutnya.

Content Pillar adalah topik utama yang akan dijadikan pondasi untuk keseluruhan strategi konten media sosial suatu perusahaan/bisnis.

- Kosakata RevoUpedia

Cari tau lebih lanjut tentang content pillar di RevoUpedia!

Menurut Iswatun, impact setelah implementasiin strategi konten yang matang, selain konten Kiara Wedding jadi lebih beragam, engagement di Instagram jadi lebih tinggi dibanding sebelumnya!

Strategi #6 - Buat Budget Plan dan Alokasikan ke Strategi Paling Efektif

Namanya bisnis, kita pasti mau dapat hasil semaksimal mungkin dengan biaya seminimal mungkin.

Inilah yang bikin Iswatun sadar kalau setiap strategi marketing harus dicek efektivitasnya!

Setelah itu, buatlah budget planning dengan mengalokasikan budget terbesar ke strategi yang paling efektif alias worth it.

Strategi #7 - Kombinasikan Boost Post Instagram dan Meta Ads

"Waktu itu, aku konsultasi sama teman-teman alumni RevoU untuk ads Jogja Coffee Event.

Aku bilang, "Kita cuma punya limited budget, 2,7 juta. So, give me your best Meta Ads Strategy. I have one shot, one kill, dengan target 15.000 pengunjung," kata Yodito Nugrahacky, Event Director Jogja Coffee Event dan Head of Digital Marketing PT Cipta Sarina Vidi.

Akhirnya, dengan mengombinasikan 50% Boost Post dan 50% Meta Ads, target bisa tercapai meskipun budget terbatas!

Hal ini karena Boost Post akan kasih result yang lebih targeted, khususnya untuk audience pengguna iOS dibanding Meta Ads.

Strategi Pengembangan Diri Sebagai Business Owner

Strategi #8 - Networking

Sebagai Business Owner, networking sangat penting! Karena dari networking, kamu bisa menambah koneksi dan peluang untuk mengembangkan bisnismu.

Networking ini bisa dilakukan dimana aja. Dari partner bisnis, RevoU community, dan lain-lain.

Kisah suksesnya gimana?

  • Iswatun, dari RevoU Community jadi bisa sharing strategi dan trend digital marketing.
  • Falah (Upay), dapat kenalan pemilik usaha ekspor kopi dari RevoU. Bisa sharing-sharing tentang kopi dan ketemu di berbagai event kopi. Selain itu, setelah lulus dari RevoU, koneksi lamanya tertarik untuk investasi ke Fala Coffee!
  • Yodito, dari RevoU Community bisa sharing best practice digital marketing dan mendatangkan 15.000 pengunjung dengan budget 2,7 juta!

View this post on Instagram

A post shared by RevoU (@revou_id)

Strategi #9 - Upskill melalui Course

"Banyak orang yang bilang.. bisnis tuh jalanin aja dulu (meskipun tanpa punya ilmunya).

Tapi, aku sering ingetin kalau bisnis itu emang sambil jalan. Tapi, jalannya tuh gak buta!

Gimana caranya supaya gak buta?

Salah satunya, ya upskill, ikut course," kata Upay.

Nah di RevoU, kamu gak akan kekurangan sumber belajar!

Ada...

#1 Mini Course (Intro Course)

Kamu bisa ikut 4 macam course: Digital Marketing, Data Analytics, Product Management, dan Software Engineering.

View this post on Instagram

A post shared by RevoU (@revou_id)

Tenang, gratis kok! Cobain aja di sini!

#2 Full Program

Ini versi lengkapnya Mini Course!

Ada 4 course Digital Marketing, Data Analytics, Product Management, dan Software Engineering.

#3 Specialization Class (khusus Alumni Full Program RevoU)

Ada berbagai macam topik sesuai kebutuhanmu, seperti Tiktok Ads, SEO Copywriting, Media Planning and Budgeting, Mobile App Install, dan masih banyak lagi!

Cari tau kelas yang bisa kamu ikuti sekarang di sini.

Strategi #10 - Up-to-date dengan Trend

"Sebagai leader juga harus jadi panutan gak cuma dari sisi managerial, tapi juga dari sisi knowledge!

Percuma kalau punya strong team, tapi yang mereka pakai itu algoritma 5 tahun lalu," kata Yodito.

Pertanyaannya.. How to keep up with the trend?

Ada 3 bacaan yang selalu dibaca Yodito sehari-hari:

  1. Flipboard, aplikasi baca berita. Kamu bisa pilih kategori-kategori yang mau kamu keep updated
  2. Google News
  3. Product Hunt

Ketiga aplikasi ini Yodito hubungkan ke Pocket atau Instapaper supaya bisa disimpan (bookmark) dan dibaca kapanpun!

Strategi Membangun Tim Digital Marketing

Menurut Yodito, kunci dalam membangun tim digital marketing adalah adapt with your company and current situation.

Strategi #11 - Hire Posisi yang Spesifik

Dari pengalamannya Yodito, kalau title posisinya gak spesifik seperti Digital Marketing Staff atau Marketing Admin, ekspektasi kandidat dan Business Owners jadi gak nyambung.

Jadi, dalam melakukan hiring, Yodito biasanya ikutin kurikulum RevoU karena udah dibagi-bagi secara spesifik dengan skill set tertentu.

Seperti Social Media Specialist, Search Engine Marketing, Performance Marketing, Content Marketing, dan lain-lain.

"Dengan cara ini, setelah evaluasi sama HR (rekruter), hasil hiring kita jadi lebih bagus!" kata Yodito.

When you make it more specific, itu akan menemukan ekspektasi kandidat/pendaftar dan perusahaannya.

- Yodito Nugrahacky, Head of Digital Marketing at PT Cipta Sarina Vidi

Strategi #12 - Hire Lebih dari 1 Orang untuk 1 Role

"If your company consists less technology kayak Food and Beverages, Catering, Restoran, dan isi perusahaannya itu di atas 40 tahun ke atas.. maka team digital marketing kamu butuh teman.

Karena Gen Z dan Millenials itu butuh teman curhat, ngobrol, dan lain-lain.

Kalau cuma sendiri, dia gak bisa untuk kontakan sama team lain yang mungkin usianya udah 50 tahun ke atas. Bisa aja dia jadi bosan dan demotivasi.

Tapi, kalau perusahaannya memang technological-based yang 90% isinya Gen Z dan Millenials.. ya gak masalah meskipun di 1 role itu cuma 1 orang aja.

Karena dalam komunikasi antar team masih nyambung ke sesama Gen Z dan Millenials," kata Yodito.

Strategi #13 - Prioritaskan Hire Posisi yang Paling Dibutuhkan

Dalam hiring, Yodito menerapkan tips dari salah satu mentor di RevoU.

"(Hiring) itu bergantung sama skala perusahaannya dan isi teamnya mayoritas tua atau muda, lalu kebutuhannya apakah sebutuh itu?"

Contohnya Social Media Specialist di PT Cipta Sarina Vidi.

"Karena kebutuhan akan teknologinya belum terlalu tinggi, maka dia punya tugas utama untuk urus social media. Tapi, kadang di waktu luangnya juga bantu untuk balas Whatsapp atau urus website," kata Yodito.

A little bit work yang bisa berkolaborasi dengan team lain akan mempermudah teammu untuk berbaur dengan team dan leader dari divisi lain.

Jadi, tetap highlight role utama dari posisi yang kamu butuhkan, ya!

Strategi #14 - Atasan Harus Paham Karakter Team

"There's a reason why Gojek becomes Gojek, why Tokopedia becomes Tokopedia, and why Shopee become Shopee.

It's because the CEO knows what they're doing dan mereka memahami apa yang dikerjakan sama bawahannya.

Efeknya kalau bosnya gak paham, staff akan demotivasi.

Karena gak paham, brief dan visi misi yang akan dikasih ke staff juga gak sesuai. Lalu, perusahaan akan susah berkembang karena pasti banyak staff yang "asal bos seneng aja" dan gak kerjain apa yang gak disuruh.

Lagipula, bosnya juga gak paham," kata Yodito.

Yaa.. jangan sampe deh staff kamu malah ngerasa gini.. 😭

View this post on Instagram

A post shared by RevoU (@revou_id)

"Inilah makanya bootcamp, especially RevoU is important.

Karena at least the bosses/owners jadi tau mereka mau ekspektasi kayak gimana, kasih brief, objection, dan referensi seperti apa ke staffnya.

Bahkan menurutku, course Full Stack gini lebih penting untuk ownersnya, karena kita dapet semuanya. Di kerjaan/bisnis nanti kan, kita akan dilaporkan semuanya sama staff," lanjutnya.


Mau kembangin bisnis menggunakan digital marketing?

Kamu bisa coba dulu belajar dasar Digital Marketing dan merasakan gimana digital marketing bisa kembangin bisnismu selama satu minggu secara gratis di RevoU Digital Marketing Mini Course (MC), loh!