8 Tips Copywriting Google Ads yang Optimal untuk Meningkatkan CTR

Insights

8 Tips Copywriting Google Ads yang Optimal untuk Meningkatkan CTR

Menulis teks pendek untuk iklan di Google Search mungkin terlihat mudah. Namun banyak pengiklan justru tertantang untuk dapat menarik perhatian audiens hanya dengan karakter yang terbatas. Kita akan membahas 8 best practice copywriting yang dapat memperkuat iklan Google Ads Search.

source : www.canva.com

Apa itu Copywriting di Iklan PPC Google Ads?

PPC (Pay-Per-Click) adalah online advertising di mana pengiklan hanya membayar setiap kali pengguna mengklik satu iklan tersebut. Ada beberapa jenis iklan PPC, namun yang paling umum dan yang akan dibahas kali ini adalah search ads. Iklan ini akan tampil ketika pengguna membuka search engine seperti Google, Yahoo, Bing, dsb.

Iklan search PPC tampil dalam format teks pada bagian paling atas atau bawah halaman search engine. Maka, penulisan Ad copy dalam PPC merupakan modal utama agar pengguna membuka website dan meningkatkan CTR (Click-through-rate). Selain itu, copywriting yang tepat dapat meningkatkan Ad relevance sehingga bid harga iklan bisa lebih murah.

Catatan: Copywriting adalah penulisan materi pemasaran dan promosi yang persuasif agar orang mengambil tindakan (misalkan mengklik, membeli)

Bagian dari Ad Copy Google Ads

Contoh Ads Copy Iklan Google Ads Search dari JD.id. Source : www.google.com

Ad Copy terdiri dari tiga bagian utama yaitu :

  1. Headline - 3 bagian, 30 karakter

Headline adalah frasa judul. Bagian berwarna biru ini berukuran paling besar, maka sangat penting untuk menuliskan hal yang relevan bagi pengguna. Gunakan ‘title case’ yaitu penulisan seperti judul (misalkan: Contoh Iklan Google Ads).

2. Description - 2 bagian, 90 karakter

Description adalah kalimat penjelasan. Bagian berwarna hitam ini berukuran lebih kecil namun bisa memuat lebih banyak kata. Gunakan ‘sentence case’ yaitu penulisan seperti kalimat (misalkan: Contoh iklan Google Ads yang optimal).

3. URL Path - 2 bagian, 15 karakter

Tidak banyak yang mengetahui bahwa URL path pada iklan Google Ads Search dapat dimodifikasi. Manfaatkan kesempatan ini untuk optimasi dengan menuliskan keyword.

Catatan: Ketika menuliskan headline dan description, prioritaskan informasi penting pada bagian awal karena bagian akhir Ad copy bisa tidak muncul di mobile akibat keterbatasan ruang

Pahami sebelum Menyusun Ad Copy

Ada beberapa hal yang bisa kita persiapkan untuk mendapatkan inspirasi sebelum membuat Ad copy untuk iklan Google Ads Search :

Pahami Konsumen
Cara terbaik untuk merebut perhatian audiens adalah dengan memperlihatkan bahwa kamu memahami dan dapat memberikan solusi untuk permasalahan mereka, bukan hanya menonjolkan fitur maupun brand perusahaanmu semata. Bayangkan customer journey audiensmu mulai dari: permasalahan yang dihadapi, kata-kata yang dituliskan di search bar, Ad copywriting yang menarik, sampai landing page tempat mereka menemukan jawaban-- semua harus relevan dan berkesinambungan untuk memberikan customer experience yang memuaskan.

Ad copy yang terbaik adalah yang sesuai ekspektasi pelanggan, seperti pengiklan dapat membaca pikiran kamu.

Competitor Research
Jika kamu tidak memiliki gambaran atau ingin mencari inspirasi untuk Ad copy, pelajari kompetitormu. Kompetitor bisa diketahui dengan memasukan keyword yang diinginkan dan melihat hasilnya di search engine. Analisa dan jadikan informasi ini sebagai benchmark, dan aplikasikan teknik ATM (Amati-Tiru-Modifikasi). Ambil beberapa contoh pengaplikasian yang baik, identifikasi aspek pembeda antara produkmu dan kompetitor, serta berkreasilah agar iklanmu stand out dari tulisan kompetitor lain.

Jika kamu adalah brand baru yang belum dikenal oleh banyak orang, berikut adalah 8 best practice Ad copy iklan Google Ads Search yang bisa dilakukan:

1. Keyword

Sertakan keyword di berbagai tempat utama seperti headline 1, URL path, dan deskripsi. Selain memudahkan google untuk dapat mengidentifikasi iklan, membaca hal ini berulang dapat meyakinkan audiens bahwa iklan tersebut dapat menjawab kebutuhan sesuai dengan yang ia tuliskan sehingga kemungkinan mereka untuk memilih iklan tersebut lebih tinggi.

Contoh: Ad copy Sociolla mencantumkan keyword "skincare" di headline, deksripsi, dan URL path

Source : www.google.com

2. Gunakan angka

Jika kamu ingin menarik perhatian audiens, maka tuliskan angka pada ads copy. Angka memberikan sensasi kepastian dan kredibilitas yang terukur, sehingga audiens bisa memiliki rasa percaya pada iklan tersebut. Kamu bisa menuliskan harga produk, data statistik, atau bahkan tenggat promo terbatas.

Contoh: Ad copy Sociolla menuliskan tanggal promo "12.12" dan diskon "90%"

Source : www.google.com

3. Lokalisasi

Audiens lebih menyukai produk/jasa yang dekat dengan tempat tinggalnya. Jika kamu memesan makanan online, maka kamu akan pilih yang berada relatif dekat denganmu bukan? Lokasi yang dekat memberikan sensasi rasa aman pada audiens, karena dianggap terjangkau secara fisik. Lokasi dapat ditunjukkan dengan menuliskan di teks Ad copy, menggunakan ekstensi lokasi maupun nomor telepon. Jika kamu menargetkan beberapa daerah, maka buatlah kampanye yang berbeda.

Contoh: Ad copy Sociolla mencantumkan nomor "021" yang berarti Indonesia, dan menggunakan ekstensi lokasi "2 locations nearby".

Source : www.google.com

4. “Kamu/Anda”

Gunakan kata “kamu” atau “anda” di iklan. Kata ini membuat audiens merasa bahwa iklan ini berbicara kepada mereka, sehingga memberikan impresi yang ramah dan menimbulkan rasa kedekatan hanya dengan perusahaan hanya dengan teks Ad copy.

Contoh: Ad copy Tokopedia tertulis "...bikin kamu selalu untung!

Source : www.google.com

5. Emotional Trigger

Pilihlah kata-kata yang membuat audiensmu merasakan suatu emosi. Bahkan terkadang emosi negatif bisa menjadi stimuli yang lebih kuat dibandingkan positif karena sifat manusia cenderung menghindari untuk rasa sakit. Ketika emosi audience terpancing, maka lebih besar kemungkinan untuk iklan kita memberikan kesan yang berbekas.  Contoh yang negatif adalah FOMO (Fear of Missing Out/takut tertinggal), kemarahan, atau ketakutan, dan positif seperti harapan, kelegaan, atau, disukai oleh banyak orang

Contoh : Ad copy Tokopedia tertulis "Makin untung dengan...", memberikan emosi positif.

Source : www.google.com

6. USP/diferensiasi

Buatlah iklan lebih menarik dengan membedakan diri dengan kompetitor lain. Hal yang bisa dituliskan adalah:

  • Apa Unique Selling Point (USP) yang membedakan dengan bisnis lain?
  • Apakah kamu pernah memenangkan penghargaan?
  • Apakah ada promo atau penawaran khusus?

Faktor pembeda ini dapat membuat iklan menjadi unggul/stand out dibandingkan kompetitor lain. Jawablah pertanyaan ini dengan frasa pendek dan spesifik. Jangan gunakan kata-kata yang umum, namun tulis manfaat yang bisa didapatkan oleh konsumen dengan ringkas dan to the point.

Contoh: Headline 2 bertuliskan USP JD.id yaitu "Dijamin Ori"

Source : www.google.com

7. Brand

Kamu bisa menuliskan brand pada headline 3 maupun deskripsi. Pengguna tidak akan terlalu mempedulikan tentang brandmu, terkecuali jika brand sudah terkenal. Yang menjadi prioritas tetap solusi atau manfaat yang ditawarkan. Namun, tetap tuliskan brand sebagai bagian dari identitas yang ditunjukkan agar audiens mulai mengenal nama perusahaan kita.

Contoh: Headline 3 bertuliskan brand "JD.id"

Source : www.google.com

8. CTA

Call to Action (CTA) adalah panggilan untuk melakukan aksi berikutnya. Gunakan kesempatan ini untuk memberi arahan bagi audiens agar mengikuti aksi yang kita inginkan. Contoh paling umum adalah “Beli sekarang!”, “Daftar sekarang!”. Namun, coba juga gunakan kata kerja yang lebih kuat dan berkesan menguntungkan bagi pembeli seperti “Dapatkan”, “Bergabunglah”. Disarankan untuk menuliskan CTA pada bagian akhir di deskripsi 2 pada desktop atau deksripsi 1 pada mobile device.

Contoh: CTA JD.id adalah "Beli Sekarang!", CTA Tokopedia adalah 'Belanja Sekarang"

Source : www.google.com
Ad copy best practicenya 3-5 per Ad group. Ini rekomendasi dari google. Katanya ini jumlah optimal supaya algoritmanya bisa test, mutar Ad copy sampai akhirnya ketemu yang performanya paling bagus dan ditunjukin ke user - Hangga Nuarta, Instruktor RevoU dan Online Marketing Associate di Bukalapak

Lakukanlah Split A/B Testing secara berkala untuk menguji Ad copy terbaik untuk pengguna dan jenis usaha milik anda. Algoritma google merekomendasikan untuk mencoba 3-5 Ad copy dalam satu Ad group. Data ini bisa digunakan untuk membaca pola dan kemudian menyesuaikan strateginya. Beberapa hal yang bisa diuji adalah:

  • CTA dan penempatannya
  • Angka, statistik, dan penawaran
  • Manfaat produk dan penempatannya
  • Keyword, URL Path

Catatan: agar bisa mengukur dan mendapatkan hasil yang efektif, ujilah hanya satu elemen setiap waktunya.

Penutup

Perlu diingat bahwa segala sesuatu di digital marketing tidak ada yang pasti. Tidak ada rumus yang menjamin keberhasilan suatu iklan PPC Google Ads, namun diatas adalah best practice yang dapat membuat Ad copy iklan yang kuat. Pilihlah yang paling sesuai dengan produk dan tujuan yang ingin dicapai.

Iklan Google Ads Search adalah salah satu bagian dari 8 modul kurikulum full-stack Digital Marketing yang dipelajari di RevoU. Kamu juga akan mempelajari Budgeting, Analytics, Facebook Ads, Search Engine Optimization (SEO), Content Marketing, Social Media Marketing, dan Customer Relationship Management (CRM) dalam program intensif selama 3 bulan. Materi akan diberikan langsung oleh instruktur profesional yang bekerja di startup ternama seperti Tokopedia, GoJek, Bukalapak, Traveloka, dan Grab.

Tertarik untuk mempelajari program ini lebih lanjut?

Kunjungi laman kami di revou.co

Teaching driven individuals the skills they need to accelerate their career in the tech industry ?


Ivy Vilory

Ivy Vilory

Vilory is Content Marketing Executive at RevoU. She graduated as Bachelor of Tourism, writes on Medium 'Life with Vilory' and talks on podcast 'PODCAR'. Connect with her on LinkedIn: Vilory Ivy!