Panduan Lengkap Digital Marketing di Asia Tenggara bagi Pemula

Bagian Pertama: Online Marketing Channels dan Analytics

Panduan ini ditulis untuk orang-orang yang baru mengenal dunia digital marketing (pemasaran digital), serta mereka yang sudah punya pengalaman dasar di bidang ini. Khususnya jika kamu ingin:

  • Mempelajari konsep-konsep utama digital marketing untuk dipraktikkan dalam pekerjaan sehari-hari,
  • Belajar dari konten yang telah dilokalisasi untuk pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia,
  • Mempelajari apakah karir digital marketing bisa jadi pilihan yang tepat untuk kamu
  • Mulai belajar tentang digital marketing sebagai persiapan untuk mengikuti Program Digital Marketing RevoU

Maka panduan ini untuk kamu!

Jika kamu mencari panduan pemasaran dan pengembangan perusahaan di pasar Amerika Serikat, kami sarankan agar kamu membaca panduan pada blog perusahaan di antara konten-konten bagus lainnya yang bisa kamu bisa temukan di internet bagi pemasar online berpengalaman.

Bagaimana panduan ini disusun?

Kami telah membagi konten panduan menjadi dua bagian terpisah:

Bagian I

Pada Bagian I, kami akan memperkenalkan gambaran digital marketing (apa itu dan mengapa mempelajarinya), memberi kamu kerangka untuk dipahami saat menentukan saluran pemasaran mana yang bakal kamu garap dengan memanfaatkan konsep-konsep seperti skala, penargetan, dan biaya akuisisi. Kemudian, kami akan memberikan gambaran umum tentang saluran digital marketing utama, yang membedakan antara saluran organik dan berbayar.‌

Terakhir, kami akan menunjukkan cara memonitor apa yang terjadi di situs web atau aplikasi kamu. Memberi tahu kamu saluran pemasaran mana yang memberi traffic dengan menggunakan Google Analytics, alat analisis digital paling terkenal yang digunakan oleh perusahaan kecil ataupun besar.

Bagian II

Di Bagian II, kami akan memperkenalkan dua metrik terpenting dari pemasaran berbasis data modern:

  • Biaya akuisisi pelanggan atau customer acquisition cost (CAC), dan
  • Nilai umur pelanggan atau (customer) lifetime value (LTV).

Kamu akan mempelajari arti dari dua metrik kunci ini, mengapa mereka begitu penting, cara menghitungnya, menggunakan contoh perusahaan nyata, serta kesalahan yang harus kamu hindari saat menghitungnya.


1 — Gambaran tentang Digital Marketing

1.1 — Apa itu Digital Marketing?

Digital Marketing (atau Online Marketing) adalah pemasaran produk atau layanan menggunakan teknologi digital, terutama di Internet, namun juga termasuk telepon genggam, display advertising, dan sarana digital lainnya. — Wikipedia

Mempelajari digital marketing adalah mempelajari bagaimana cara berinteraksi dengan calon pelanggan melalui digital channel, dengan tujuan membuat mereka melakukan sesuatu pada situs web atau aplikasi tertentu.

Digital Marketing adalah sebuah istilah umum yang mencakup seluruh upaya online marketing suatu perusahaan. Aktivitas suatu perusahaan di sosial media seperti Facebook atau Instagram, newsletter yang dikirimkan suatu perusahaan kepada pelanggan mereka, atau periklanan yang dilakukan suatu perusahaan pada situs web seperti detik.com atau Kompas.com masuk ke dalam strategi “Digital Marketing” yang lebih luas.

Semakin banyak perusahaan berinvestasi ke dalam online marketing dibandingkan ke dalam offline channel, bukan hanya karena semakin banyak orang yang menggunakan internet, tetapi juga karena online marketing memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk menjangkau target audience mereka dengan lebih tepat dan efisien dibandingkan dengan offline channel tradisional seperti radio, koran, atau papan iklan.

Terlebih lagi, digital marketing memiliki sifat highly measureable. Hal tersebut berarti seorang digital marketer mengetahui dengan baik bagaimana performa dari setiap online marketing channel dan apa Return on Investment (ROI) dari setiap rupiah yang dipakai untuk online marketing.

1.2 — Mengapa Mempelajari Digital Marketing?

Saat ini, Digital Marketer merupakan salah satu kemampuan yang dicari oleh perusahaan-perusahaan, terutama di dalam perusahan e-commerce yang sedang berkembang pesat, karena digital marketer memiliki peran utama dalam perkembangan perusahaan-perusahaan seperti Shopee, Lazada, atau Traveloka.

Sebagai hasilnya, ketertarikan terhadap kemampuan digital marketing di Indonesia meningkat dengan pesat, terutama dalam dua tahun terakhir:

Penggunaan istilah ‘digital marketing’ di Google dalam 5 tahun terakhir.

Terdapat peningkatan jumlah lowongan pekerjaan untuk orang-orang yang memiliki kemampuan dalam digital marketing.

Lowongan pekerjaan Marketing di Glints

Beberapa contoh lowongan pekerjaan digital marketing pada beberapa perusahaan teknologi:

Lowongan pekerjaan digital marketing di Shopee
Lowongan pekerjaan digital marketing di Grab

Mempelajari Digital Marketing dapat membukakan anda lowongan pekerjaan yang luas dan karir yang sangat memuaskan di perusahaan-perusahaan teratas.

2 — Channel Online Marketing

Digital marketing terdiri dari beberapa channel online yang berfungsi untuk membantu suatu perusahaan menjangkau calon pelanggan kapanpun mereka menghabiskan waktu di internet. Baik saat mereka membaca sesuatu di internet, melakukan pencarian online, bersosialisasi melalui media sosial, atau berbelanja via online.

Untuk saat ini, kita akan melihat dua klasifikasi dasar dari channel-channel online marketing terlebih dahulu.

  • Acquisition vs Retention Channels
  • Organic vs Paid Channels

Acquisition vs Retention Channels

Perbedaan penting yang pertama di antara channel-channel online marketing adalah perbedaan antara Acquisition Channel dan Retention Channel.

Acquisition Channel adalah channel marketing yang memungkinkan sebuah perusahaan pertama kali mendapatkan pengguna. Misal, channel marketing yang digunakan untuk membuat seseorang mengunduh aplikasi Grab untuk kali pertama atau untuk membuat seseorang melakukan pembelian pertama melalui Shopee, masuk ke dalam kategori Acquisition Channel.

Berbeda dengan Acquisition Channel, Retention Channel adalah channel marketing yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mendorong pelanggan mereka agar melakukan transaksi lagi. Misal, setelah seseorang melakukan pembelian melalui aplikasi Traveloka, orang tersebut akan menerima email secara terus-menerus dari Traveloka yang memberikan informasi mengenai layanan dan penawaran-penawaran lainnya. Salah satu contoh retention channel yang populer adalah melalui email marketing atau melalui notifikasi aplikasi.

Organic vs Paid Channels

Perbedaan penting yang kedua di antara channel-channel online marketing adalah perbedaan antara Organic Channel dan Paid Channel.

Organic channel adalah channel yang tidak mengharuskan suatu perusahaan untuk membayar setiap kali terdapat pertambahan kunjungan ke website atau aplikasi perusahaan tersebut.

Misal, saat seseorang mengklik suatu link yang terdapat di dalam email yang dikirimkan oleh sebuah perusahaan dan mendarat ke website perusahaan tersebut, perusahaan tersebut tidak perlu membayar biaya apapun untuk setiap klik atau kunjungan ke website tersebut. Perusahaan tersebut memperolehnya dengan gratis atau, dalam kata lain, secara organik.

Contoh Newsletter Gojek

Lain halnya saat anda melihat banner promosi pada sebuah website seperti pada Kompas.com, perusahaan yang mengiklankan (pada contoh di bawah adalah Nissan) membayar untuk setiap kesan (impression) yang dibuat oleh banner tersebut atau setiap klik yang dilakukan oleh pengunjung di banner tersebut. Oleh karena itu, setiap kunjungan website yang terjadi karena klik seperti itu dianggap berbayar.

Iklan Nissan di Kompas.com

Organic Channel pada awalnya lebih sulit untuk berkembang dan membutuhkan investasi awal yang lebih besar dalam bidang tenaga kerja, sehingga organic channel biasanya dipakai untuk tujuan jangka panjang.

Paid Channel lebih mudah untuk dipakai dan tidak memerlukan investasi awal yang besar, namun seiring dengan pertumbuhan perusahaan anda biayanya akan semakin mahal karena perusahaan harus membayar untuk setiap kunjungan website/download yang didapatkan dari iklan.

Bagaimana Cara Memilih Channel Online Marketing yang Tepat?

Sangatlah penting untuk memprioritaskan upaya online marketing anda pada channel yang lebih sesuai dengan sifat bisnis Anda.

Kami menyarankan untuk melihat setiap channel berdasarkan 3 kriteria berikut :

  • Skalabilitas
  • Penargetan
  • Biaya (Customer Acquisition Cost)

Berdasarkan pengalaman kami, 3 kriteria diatas dapat memberikan kerangka yang cukup kuat untuk memulai dan menghindari buang-buang waktu (dan uang) di channel yang tidak sesuai dengan bisnis anda.

2.1 — Skalabilitas

Seberapa besar marketing channel yang anda gunakan? Jika anda dapat menghabiskan uang yang tak terbatas, berapa banyak orang yang dapat anda jangkau di channel tersebut?

Google dan Facebook (termasuk Instagram, WhatsApp, & Messenger, yang semuanya dimiliki oleh Facebook) adalah dua online marketing channel terbesar saat ini, karena hampir semua orang yang menggunakan internet juga menggunakan layanan mereka.

Dominasi Google dan Facebook dalam bidang online marketing tercermin oleh pangsa digital marketing mereka (Alphabet = perusahaan induk Google).

Untuk suatu channel, semakin besar dan fleksibel, semakin bagus pula channel tersebut, karena anda dapat menggunakannya seiring dengan pertumbuhan perusahaan dan penjualan anda.

Di sisi lain, jika suatu channel memiliki memiliki skalabilitas yang kecil, maka anda hanya dapat menggunakannya sampai pada titik tertentu saja. Hal ini sangat tidak ideal karena anda harus mencari channel lain untuk digunakan begitu anda mencapai titik jenuh (yang berarti anda harus membuat strategi baru, yang akan memakan waktu dan menghabiskan biaya).

2.2 — Penargetan

Agar digital marketing anda menjadi efektif, anda harus mampu menargetkan pengguna yang tepat untuk produk atau layanan yang anda tawarkan.

Jika produk anda menargetkan orang-orang berpenghasilan tinggi, maka anda akan membuang-buang uang jika iklan anda menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah. Hal yang sama akan terjadi jika anda menjual produk anda pada area tertentu. Akan menjadi sia-sia jika anda mengiklankan produk anda di Surabaya padahal produk anda hanya dijual di Jakarta.

Saat ini terdapat 2 jenis penargetan online:

  • Behavioral Targeting
  • Demographic Targeting

2.2.1 — Behavioral Targeting

Behavioral targeting adalah penargetan berdasarkan niatan seseorang untuk membeli produk atau layanan tertentu melalui tindakan yang mereka lakukan.

Misalnya, jika seseorang ingin membeli smartphone, orang tersebut mungkin terlebih dahulu membandingkan harga smartphone tersebut diantara toko-toko online untuk melihat toko online manakah yang menjual dengan harga lebih murah.

Ini adalah salah satu contoh di mana anda dapat menjangkau orang tersebut dengan beriklan di Google pada keyword tertentu. Iklan anda dapat muncul setiap kali seseorang melakukan pencarian dengan keyword yang sesuai dengan produk anda.

2.2.2 — Demographic Targeting

Dengan Demographic Targeting anda dapat menargetkan calon pelanggan berdasarkan demografi dan ketertarikan (interest) mereka. Misalnya, (secara hipotesis) anda dapat menargetkan wanita + tinggal di Bandung + menempuh pendidikan di ITB + menyukai musik Rock. Penargetan jenis ini tersedia di platform seperti Facebook atau Instagram.

Untuk penargetan jenis ini, pengguna tidak perlu melakukan tindakan apapun, tetapi pengguna akan ditargetkan secara otomatis jika memiliki kecocokan terhadap kriteria demografi dan interest yang anda tentukan. Kriteria penargetan yang dapat anda atur sangat tergantung pada platform yang anda gunakan.

Kelebihan menggunakan Demographic Targeting dibanding Behavioral Targeting adalah anda dapat langsung mencapai target pengguna tanpa perlu menunggu mereka melakukan suatu tindakan. Namun kelemahannya adalah target anda semakin lama akan semakin terbiasa dengan iklan anda dan akan semakin jarang mengklik karena tidak ada niatan membeli yang akan memicu iklan anda.

2.3 — Biaya (CAC)

Biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan untuk mendapatkan pelanggan baru yang membeli produk atau layanan untuk pertama kalinya disebut Customer Acquisition Cost (CAC).

Untuk lebih mengerti mengenai CAC, mari kita lihat contoh berikut:

  • Perusahaan X mempekerjakan seorang digital marketer dengan gaji Rp 10 juta per bulan.
  • Perusahaan X melakukan pemasaran melalui Facebook Ads dengan biaya Rp 20 juta per bulan.
  • Sebagai hasilnya, mereka mendapatkan 100 pelanggan baru setia bulannya (pelanggan baru = pelanggan yang pertama kali melakukan pembelian di perusahaan tersebut)
  • Maka, CAC mereka dapat dihitung dengan cara : (10 juta + 20 juta) / 100 pelanggan = Rp 300.000,- per pelanggan

CAC merupakan salah satu metrik yang penting untuk diperhatikan dalam digital marketing. Bahkan mungkin yang paling penting. Seorang digital marketer yang baik seharusnya mengetahui dengan baik CAC setiap channel yang digunakan.

Mengingat bahwa setiap acquisition channel memiliki CAC yang berbeda, sebuah perusahaan bisa saja tidak memanfaatkan channel tertentu dengan CAC yang terlalu tinggi karena akan sulit untuk mendapatkan keuntungan. Semakin tinggi CAC yang dapat perusahaan anda bayarkan, semakin banyak acquisition channel yang dapat anda investasikan.

3 — Organic Channels

Pandangan umum terhadap berbagai macam Organic Channel:

  • SEO
  • Social Media Organic
  • Email Marketing

3.1 — Organic Channels

Seringkali disebut sebagai “Organic Search

Ringkasan

  • Skalabilitas: TINGGI
  • Penargetan: BEHAVIORAL
  • Biaya/CAC: TINGGI untuk jangka pendek, RENDAH untuk jangka panjang

Penjelasan

SEO, singkatan dari “Search Engine Optimization”, adalah salah satu cara untuk meningkatkan visibilitas sebuah website dalam hasil pencarian organik (gratis) sebuah mesin pencari, khususnya Google.

Sangatlah penting untuk memahami perbedaan antara organic results atau paid results (atau Google Ads), karena masing-masing hasil pencarian sangatlah independen dan tidak dapat disamakan. Dalam menjalankan SEO target anda adalah untuk mencapai peringkat tertinggi dalam organic results, dan bukan dalam paid results.

Search Engine Results Pages (SERP) for the search “huawei p10 harga)

Perusahaan Seperti Apakah yang Sebaiknya Berinvestasi ke dalam SEO

SEO adalah salah satu marketing channel yang paling berpengaruh, memiliki skalabilitas yang tinggi, serta dapat dimanfaatkan oleh hampir segala jenis bisnis.

Untuk memulainya memang membutuhkan banyak pekerjaan dan channel tersebut sangat sulit untuk dikuasai sepenuhnya. Namun, jika anda berhasil melakukannya, hal tersebut akan menjadi salah satu pilar utama pemasaran online anda.

Saat ini di Indonesia belum banyak SEO Specialist yang hebat. Oleh karena, itu terdapat peluang yang besar bagi para SEO Marketer untuk menjadikan channel ini sebagai fokus utama untuk memasarkan perusahaan mereka.

Contoh waktu yang tidak tepat untuk berfokus ke SEO

  • Saat anda memerlukan hasil yang cepat atau instan : SEO membutuhkan waktu sebelum mulai membuahkan hasil. Oleh karena itu, anda sebaiknya menggunakan SEO untuk hasil jangka panjang.
  • Saat produk anda sangat baru atau inovatif sehingga tak banyak orang yang melakukan pencarian : Dalam kasus ini sebaiknya anda jangan melakukan penargetan berdasarkan niatan seseorang atau behavioral targeting seperti Google/SEO. Akan lebih baik jika anda melakukan penargetan berdasarkan demografik atau demographic targeting.

Sumber-sumber Untuk Mempelajari SEO

Di Internet, terdapat banyak konten mengenai SEO yang tidak dapat dipercaya dan dapat mengajarkan hal yang salah kepada anda. Sumber terbaik di Internet untuk mempelajari dasar-dasar SEO adalah “The Beginner’s Guide to SEO” oleh Moz. Kami menyarankan anda untuk membaca bab pertama, SEO 101, yang akan memberikan anda pandangan umum mengenai apa itu SEO dan mengapa SEO sangat penting bagi segala jenis perusahaan online.

3.2 — Social Media Organic

Ringkasan

  • Skalabilitas: RENDAH
  • Penargetan: DEMOGRAFIK
  • Biaya/CAC: RENDAH

Penjelasan

Saat anda melihat sebuah perusahaan memposting di halaman Facebook atau membagikan Instagram Story, anda sedang melihat social media marketing mereka.

Halaman Facebook milik DANA


Setiap konten yang dipublikasikan di media sosial dianggap sebagai bagian dari social media marketing suatu perusahaan. Di Indonesia, khususnya, media sosial adalah sesuatu yang sangat besar, dengan lebih dari 130 juta pengguna media sosial aktif, atau sama dengan 50% total populasi Indonesia (!!!)

Berikut adalah daftar platform media sosial yang paling banyak digunakan per 2020.

Untuk statistik dan angka penting lainnya mengenai media sosial di Indonesia, kami menyarankan anda untuk mengunjungi “Indonesia digital landscape 2018” yang dibuat oleh Hootsuite dan we are social.

Untuk media sosial sangatlah penting untuk membedakan antara organic social media post dan (paid) social media ads. Akhir-akhir ini, jika di Facebook anda melihat sebuah post dari sebuah perusahaan, anda hampir selalu dapat melihat paid ads atau sponsored post (lihat contoh di bawah).

Perusahaan Seperti Apakah yang Sebaiknya Berinvestasi ke dalam Organic Social Media?

Organic Social Media adalah channel yang bisa menjadi sangat efektif untuk meningkatkan brand awareness terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

Namun, jika digunakan untuk meningkatkan traffic atau untuk meningkatkan sales, organic social media memiliki efek yang terbatas. Terlebih lagi di Facebook dimana jangkauan organic posts sangat terbatas.

Mengapa seperti itu?

Saat perusahaan anda mempublikasikan sebuah post di Facebook atau Instagram, hanya sebagian kecil orang dapat melihatnya (atau dalam kata lain, jangkauan anda sangat kecil). Kecuali, anda menginvestasikan sebagian modal anda untuk mensponsori (atau boosting) postingan anda. Ini adalah cara Facebook memaksimalkan investasi dari perusahaan-perusahaan di dalam platform-nya dan juga keuntungannya.

Jika anda ingin strategi sosial media anda mempunyai dampak yang besar, anda sebaiknya mulai membeli iklan (akan lebih dalam dibahas di dalam Social Media Paid).

Sumber-sumber Untuk Mempelajari Social Media Organic

Kami menyarankan artikel yang dibuat oleh Hubspot, yang juga memiliki tautan ke beberapa bahan bacaan agar anda dapat lebih mendalami topik ini.

3.3 — Email Marketing

Ringkasan

  • Skalabilitas: MENENGAH
  • Penargetan: BEHAVIORAL dan DEMOGRAFIK
  • Biaya/CAC: RENDAH

Penjelasan

Email marketing adalah marketing channel yang biasanya merupakan bagian dari CRM (Customer Relationship Management) yang lebih luas dalam suatu perusahaan. Seperti namanya, email marketing menggunakan email sebagai channel untuk berinteraksi dengan calon pelanggan dan juga dengan pelanggan saat ini.

Sampai saat ini, email marketing masih merupakan salah satu channel yang paling efektif meskipun sudah cukup tua. Kelebihan utama email marketing adalah untuk retention strategies, yaitu strategi untuk membuat seorang pelanggan tetap tertarik dan terikat dengan suatu produk atau layanan.

Pada dasarnya, terdapat dua jenis email marketing :

  • Email Newsletter
  • Email Drip Campaigns

3.3.1 — Email Newsletter

Newsletter adalah email yang dikirimkan secara teratur kepada daftar pelanggan suatu perusahaan dengan konten berisi informasi-informasi yang dapat dibaca oleh pelanggan tersebut.

Contoh Newsletter The FInancial Diet


3.3.2 — Email Drip Campaigns

Drip Campaigns adalah serangkaian email yang dipicu oleh sesuatu yang dilakukan (atau tidak dilakukan) oleh seorang pengguna pada sebuah situs web/aplikasi dan/atau dikirimkan secara otomatis pada jadwal tertentu.

Beberapa contoh Drip Campaigns yang umum:

  • Welcome Email (Email Sambutan): Email ini terpicu ketika seorang pengguna mulai berlangganan pada suatu layanan (dan setuju untuk menerima email dari perusahaan tersebut).
Contoh Welcome Email The Financial Diet
  • Upselling Email : Email ini akan terkirim secara otomatis setelah pengguna selesai melakukan pembelian untuk mengajak pengguna tersebut melakukan pembelian produk/layanan lagi.
Upselling email Traveloka
  • Re-activation Email (Email Reaktifasi): Email ini akan terkirim jika seorang pengguna belum melakukan tindakan tertentu dalam jangka waktu tertentu (misal: Seorang pengguna belum melakukan pembelian atau menggunakan layanan tertentu selama enam bulan).
Re-activation Email dari Duolingo

Perusahaan Seperti Apakah yang Sebaiknya Berinvestasi ke dalam Email Marketing?

Semua perusahaan sebaiknya berinvestasi ke dalam email marketing, khususnya ke dalam email drip campaign. Setelah anda membuat sistem email otomatis, anda akan dapat menghasilkan traffic dan sales tambahan untuk bisnis anda secara gratis.

Semakin banyak informasi yang anda miliki mengenai pelanggan anda, maka email anda akan semakin granular dan penargetan anda akan semakin baik. Selain itu, upaya email marketing anda akan menjadi semakin efektif.

Berdasarkan pengalaman kami, dengan skalabilitas email marketing anda dapat meningkatkan traffic/sales anda antara 15% — 20%.

Contoh waktu yang tidak tepat untuk berfokus ke Email Marketing

  • Jika basis pelanggan anda sangat kecil, sebaiknya anda meningkatkan basis email pelanggan anda terlebih dahulu sebelum mulai membuat sistem email marketing tingkat lanjut.

Sumber-sumber Untuk Mempelajari Email Marketing

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut lagi mengenai Drip Campaigns, artikel dari Zapier adalah salah satu sumber yang dapat anda baca.

4 — Paid Channels

Pandangan umum terhadap berbagai macam Paid Channel

  • Paid Search
  • Social Media Paid
  • Ad Networks

4.1 — Paid Search

Ringkasan

  • Skalabilitas: TINGGI
  • Penargetan: BEHAVIORAL
  • Biaya/CAC: MENENGAH

Penjelasan

Paid Search, Google Ads, dan SEM adalah istilah-istilah berbeda yang mengacu pada satu jenis online marketing yang sama, yaitu, hasil pencarian bersponsor yang dapat anda lihat ketika anda melakukan pencarian di Google dari komputer atau ponsel anda.

Singkatnya, Paid Search memungkinkan anda untuk menampilkan iklan anda melalui pelelangan kecil pada keyword yang anda pilih sehingga setiap kali seseorang melakukan pencarian menggunakan keyword tersebut, anda akan menawarkan suatu jumlah tertentu agar iklan anda dapat ditampilkan. Google Ads beroperasi menggunakan model Pay-per-Click (PPC), yang berarti anda membayar Google setiap kali seorang pengguna mengklik iklan anda (di Indonesia umumnya <$1 per klik).

Perusahaan Seperti Apakah yang Sebaiknya Berinvestasi ke dalam Paid Search?

Paid search adalah salah satu marketing channel yang paling banyak digunakan oleh segala jenis bisnis karena memiliki skalabilitas yang tinggi dan penargetan yang sangat kuat. Anda dapat mulai menggunakan Google Ads dengan berinvestasi mulai dari $1 per hari sampai jutaan dolar tiap bulannya.

Tidak seperti SEO, anda hanya membutuhkan beberapa jam saja untuk mulai menggunakan paid search dan anda akan dapat mulai meningkatkan traffic ke website atau aplikasi anda dengan cepat.

Jika pelanggan anda mencari produk atau layanan yang anda jual, anda sangat disarankan menggunakan Google Ads.

Contoh waktu yang tidak tepat untuk berfokus ke Paid Search

  • Saat produk anda sangat baru atau inovatif sehingga tak banyak orang yang melakukan pencarian : Dalam kasus ini sebaiknya anda jangan melakukan penargetan berdasarkan niatan seseorang atau behavioral targeting seperti Google Ads. Akan lebih baik jika anda melakukan penargetan berdasarkan demografik atau demographic targeting. (Sama seperti SEO)
  • Jika Google Ads menjadi terlalu mahal: untuk sektor-sektor tertentu yang sangat kompetitif (misal: e-commerce di Indonesia), Google Ads menjadi semakin mahal dengan basis cost-per-click. Oleh karena itu, mungkin akan lebih baik jika anda mulai menggeser strategi pemasaran anda secara bertahap sehingga lebih mengacu pada SEO dan organic traffic.

Sumber-sumber Untuk Mempelajari Paid Search

Karena paid search merupakan strategi paid acquisition yang paling diminati dan populer, maka terdapat banyak panduan yang lengkap dan mendalam mengenai Google Ads dan paid search, termasuk dari Google sendiri.

Kami merekomendasikan panduan dari Hootsuite berikut karena menjelaskan dasar-dasar Google Ads.

4.2 — Social Media Paid

Ringkasan

  • Skalabilitas: TINGGI
  • Penargetan: DEMOGRAFIK
  • Biaya/CAC: MENENGAH

Penjelasan

Social Media Paid atau Social Media Ads mengacu pada periklanan yang tersedia di platform-platform sosial media seperti Facebook dan Instagram (Keduanya adalah yang terbesar untuk saat ini).

Contoh iklan di Facebook
Contoh iklan di Instagram

Dengan Social Media Ads, anda dapat menargetkan pengguna berdasarkan demografi dan ketertarikan mereka, hal ini akan sangat berguna jika anda menargetkan pengguna dengan karakteristik tertentu. Social Media Ads memiliki cara kerja yang mirip dengan Google Ads. Sebagai seseorang yang beriklan, anda membayar setiap kali seorang pengguna melihat iklan anda (Cost-per-Impression) atau mengklik iklan anda (Cost-per-Click).

Perusahaan Seperti Apakah yang Sebaiknya Berinvestasi ke dalam Social Media Paid?

Social Media Paid adalah salah satu acquisition channel utama yang berpotensial dan memiliki skalabilitas tinggi, sehingga sebaiknya setiap perusahaan mencoba untuk berinvestasi ke dalamnya.

Facebook dan Instagram adalah tempat dimana para pengguna bukan mencari solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi, namun menemukan produk dan layanan yang baru. Sehingga Social Media Paid akan menjadi efektif jika hal yang dijual oleh sebuah perusahaan memiliki daya tarik visual, sehingga dapat menarik perhatian pengguna.

Contoh waktu yang tidak tepat untuk berfokus ke Social Media Paid

  • Relative cost vs Paid Search : Jika anda menjual produk yang sangat berbasis pada pencarian pengguna / intent pengguna, mungkin Paid Search merupakan channel yang lebih efektif dan murah bagi anda.

Sumber-sumber Untuk Mempelajari Social Media Paid

Lagi-lagi, banyak sekali sumber yang mengajarkan Social Media Paid. Materi pembelajaran dari Shopify berikut sangat kami rekomendasikan karena menjelaskan cara kerja Facebook Ads dengan sederhana serta mudah untuk dimengerti.

4.3 — Ad Networks

Ringkasan

  • Skalabilitas: TINGGI
  • Penargetan: DEMOGRAFIK
  • Biaya/CAC: TINGGI

Penjelasan

Ad Networks memungkinkan anda untuk beriklan di setiap situs web utama dan kebanyakan aplikasi mobile. Sebagai contoh, iklan yang anda lihat pada situs berita online seperti Tribunnews umumnya ditampilkan melalui Ad Networks.

Ad Network yang paling besar dan popular adalah Google Display Network (GDN) yang merupakan bagian yang lebih besar dari Google Ads (yang juga termasuk Paid Search channel). Melalui GDN, iklan anda dapat mencapai lebih dari 90% pengguna Internet dan lebih dari 2 juta situs(!) Jangkauannya sangat luas bukan?

Perusahaan Seperti Apakah yang Sebaiknya Berinvestasi ke dalam Ad Network?

Perusahaan yang memiliki audience yang tersebar, perusahaan yang sudah menggunakan online marketing channel lainnya, dan perusahaan yang berusaha meningkatkan brand awareness dan bukan menghasilkan direct conversion/sales.

Penggunaan lain dari Ad Networks yang sangat menguntungkan adalah penggunaan Ad Network untuk retarget orang-orang yang sudah mengunjungi website atau aplikasi anda. Retargeting Marketing adalah jenis marketing yang terjadi pada anda ketika anda melihat iklan dari aplikasi yang baru saja anda download atau website yang baru saja anda kunjungi.

Contoh waktu yang tidak tepat untuk berfokus ke Ad Network

  • Karena Ad Network pada umumnya menghasilkan kualitas traffic yang rendah, maka biaya/CAC dari penggunaan Ad Network juga cenderung lebih tinggi daripada Paid Search dan Social Media Channel. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan tidak menggunakan Ad Network sebagai acquisition channel pertama.

Sumber-sumber Untuk Mempelajari Ad Networks

Pengenalan terhadap Display Ads dan khususnya Google Display Network yang komprehensif oleh Acquisio.

5 — Digital Analytics

Sebuah analisis data kualitatif dan kuantitatif dari website milik anda dan pesaing anda, (2) untuk mendorong peningkatan berkelanjutan dari online experience yang dirasakan pelanggan dan calon pelanggan anda, (3) yang ditafsirkan menjadi hasil yang anda inginkan (online dan offline) — Avinash Kaushik

​Salah satu alasan digital marketing menjadi sangat berguna adalah karena kemampuan pelacakan (trackability) dan pengukurannya (measurability). Hal tersebut dapat digunakan untuk memperhitungkan apakah marketing strategy yang anda lakukan berhasil dengan efektif atau tidak, dengan tingkat presisi yang tinggi dan real-time.

Kemampuan untuk memperhitungkan Return-on-Investment (ROI) dari setiap online marketing channel dan setiap pengeluaran masih mungkin terjadi di dunia maya. Namun, di dunia nyata, akan sangat sulit untuk dilakukan.

Dari tahun ke tahun, terdapat salah satu platform digital marketing yang semakin populer dan dipakai oleh segala jenis bisnis, baik besar maupun kecil, untuk melacak user interactions di website perusahaan tersebut >> Google Analytics.

Mari mulai mengenal Google Analytics.

5.1 — Perkenalan Google Analytics

Bagaimana Cara Kerja Google Analytics?

Setelah bertahun-tahun, kami menyadari bahwa banyak digital marketer dengan pengalaman bertahun-tahun tidak sepenuhnya mengerti cara kerja Google Analytics (GA). Mereka tidak mengerti arti dari “website tracking”

Berdasarkan pengalaman kami, kami mempercayai bahwa pemahaman akan cara kerja GA sejak awal sangatlah berharga. Oleh karena itu, kami merekomendasikan anda untuk membaca penjelasan dari Google pada tautan ini.

Perkenalan dengan Interface Google Analytics

Mari kita mulai!

Klik di sini untuk memulai tur Google Analytics Account dari Google Merchandise Store (anda harus masuk ke dalam Google Account untuk mengaksesnya).

Akun GA dari Google Merchandise Store (1/2)

Selanjutnya, lanjutkan tur anda dengan mencari tahu tentang laporan utama Google Analytics.

Akun GA dari Google Merchandise Store (2/2)

Terakhir, pelajari bagaimana cara menavigasi keseluruhan laporan:

5.2 — Laporan Utama di Google Analytics

Dalam Google Analytics, terdapat 4 jenis laporan. Untuk dapat mengerti arti dan kegunaan dari masing-masing laporan dan perbedaan mereka (bukan hanya mengingat interface masing-masing dari mereka), akan memberikan anda fondasi yang kuat dalam memahami analisis dari sebagian besar website dan aplikasi.

5.2.1 — Audience Reports

Audience report berisi laporan-laporan yang akan membantu anda dalam memahami karakteristik pengunjung website anda. Misal: negara/kota mereka saat mengakses situs anda, teknoogi yang mereka gunakan (device, browser), usia, jenis kelamin, etc. Berdasarkan pengalaman kami, laporan yang paling penting dalam Audience Report adalah:

  • New dan Returning
  • Mobile (overview + device)
  • Browser

Secara umum, audience report sangat berguna untuk melihat apakah demografik pengguna anda berubah seiring waktu, tetapi anda jangan melihatnya laporan-laporan tersebut setiap hari (karena itu adalah kegunaan acquisition report, selebihnya lihat dibawah).

Untuk penjelasan yang lengkap mengenai audience report, tonton video singkat di bawah ini.

5.2.2 — Acquisition Reports

Acquisition Reports mungkin adalah laporan-laporan yang paling penting dan dapat ditindaklanjuti di GA. Oleh karena itu, anda harus mengerti mengenai laporan ini dengan sangat baik.

Laporan-laporan ini memberikan anda informasi yang anda perlukan mengenai sumber-sumber (contoh: marketing channel) yang menarik pengguna internet ke website anda. Apakah anda mengingat acquisition channel yang dibahas di bagian pertama? Dalam acquisition channel anda akan mengetahui bagaimana performa dari setiap channel dan berapa banyak kontribusi mereka ke dalam aplikasi/website anda.

Untuk penjelasan yang lengkap mengenai acquisition report, tonton video singkat di bawah ini.

5.2.3 — Behavior Reports

Saat seseorang mengunjungi website anda melalui acquisition channel manapun, apa yang mereka lakukan? Bagaimana cara mereka berinteraksi dengan website/aplikasi anda?

Berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk browsing, halaman manakah yang mereka kunjungi? Anda dapat melihat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini dan pertanyaan lainnya di Behavior Reports.

Laporan yang paling penting adalah Landing Pages, karena laporan tersebut memberitahukan ‘titik masuk’ ke website anda atau halaman pertama yang dilihat (dikunjungi) oleh pengguna.

5.2.4 — Conversion Reports

Conversion Reports merupakan salah satu laporan yang sangat penting. Namun, laporan ini sedikit lebih kompleks sehingga akan lebih sulit untuk menguasai Conversion Reports sepenuhnya.

Pada awalnya, tidak ada conversion yang akan di-track oleh Google Analytics karena conversion sangat tergantung pada jenis bisnis anda. Pertama-tama, anda harus menentukan conversion apakah yang tepat untuk bisnis anda.

Conversion tersebut bisa saja berupa pengunjung yang mendaftar pada newsletter anda, pembelian barang, atau apapun yang mungkin akan menambahkan nilai pada bisnis anda. Untuk mulai tracking sebuah conversion, anda harus membuat sebuah ‘goal’ terlebih dahulu.

Sangatlah penting bagi anda untuk menetapkan goal terlebih dahulu. Karena, penetapan goal adalah satu-satunya cara bagi bisnis anda untuk memperhitungkan ROI dari setiap acquisition channel dan setiap aktivitas marketing anda.

Untuk mempelajari lebih dalam mengenai goals di Google Analytics, tonton video di bawah ini.

Untuk menggabungkan dan mengembangkan pengertian anda tentang apa yang dapat anda lakukan dengan Google Analytics, kami merekomendasikan anda untuk membaca artikel di bawah ini yang dibuat oleh ShivarWeb. Artikel ini membahas GA secara komprehensif dan lengkap.


Lanjutkan ke Bagian Kedua untuk mempelajarai tentang dua metrik paling penting dari data-driven marketing: Customer Acquisition Cost (CAC) dan Customer’s Lifetime Value (LTV).

Kamu akan mempelajari kegunaan kedua metrik tersebut, mengapa keduanya sangat penting, dan bagaimana memperkirakannya menggunakan contoh dari perusahaan asli, serta kesalahan-kesalahan yang harus kamu hindari ketika melakukan kalkulasi tersebut.  


Ingin Memulai Karir di Digital Marketing?

Apakah kamu ingin memulai karir di digital marketing tapi tidak tau harus mulai dari mana?

Kamu bisa mulai dengan membaca artikel "Belajar Digital Marketing" di Panduan Karir RevoU. Kamu akan menemukan beberapa informasi terkait dengan alasan mengapa belajar digital marketing itu penting, cara belajar digital marketing, kursus dan sertifikasi digital marketing gratis, dan lain-lain.

Kamu juga bisa daftarkan dirimu di Program Digital Marketing RevoU!

Tentang RevoU:

Kelas online harian yang interaktif selama 15 minggu (19.00-21.00 WIB)

Belajar dari instruktur terbaik di industrinya (lokal dan internasional)

Pembimbingan karir secara personal melalui 1:1 mentorship sessions

Jika kamu sedang mencari kerja dan tidak mendapatkannya di akhir program, maka kursus ini gratis.