Cara Membuat Portofolio Kerja yang Menarik Perhatian Hiring Manager

Career Tips

Cara Membuat Portofolio Kerja yang Menarik Perhatian Hiring Manager

Ketika sedang mempersiapkan dokumen untuk mendaftar kerja, pada umumnya pelamar akan mempersiapkan CV dan cover letter. Namun, sebenarnya ada satu lagi dokumen yang perlu kamu persiapkan, yaitu portofolio. Berikut kita akan membahas tentang portofolio, cara menyusunnya, serta beberapa contohnya.

Source : www.freepik.com

Apa itu portfolio?

Portofolio adalah ringkasan hasil karya yang menunjukkan kemampuan, keterampilan, dan pencapaian seorang calon pendaftar kerja. Melalui portofolio, kamu dapat menyampaikan lebih banyak informasi dan contoh spesifik dari hasil pekerjaanmu sehingga membantu hiring manager agar mengetahui tipe pekerjaan yang pernah kamu lakukan sebelumnya. Pada umumnya, portofolio dapat diberikan sebelum atau sesudah menjalankan wawancara kerja. Kamu dapat memberikan portofolio melalui email dalam format PDF, atau memberikan link portofolio onlinemu. Karena tidak semua orang mempersiapkan portofolio, hal ini akan memberikan nilai tambah yang membedakan kamu dari kompetitor yang lain. Meskipun belum membutuhkannya, kamu bisa mulai menyusun portofolio hasil kerjamu dan melengkapinya seiring bertambahnya proyek yang dikerjakan.

Perbedaan Portofolio, CV, dan Cover Letter

Portofolio, CV, dan cover letter adalah tiga hal yang berbeda; namun ketiganya bertujuan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan diri kamu agar perusahaan merasa yakin untuk memberikan kesempatan kerja yang sesuai dengan dirimu. CV adalah dokumen profesional singkat yang menjelaskan tentang pengalaman profesional dan pendidikan sebelumnya. Cover letter adalah pelengkap dari CV yang mencantumkan informasi tentang pengalaman dan minatmu yang disesuaikan dengan deskripsi pekerjaan dan perusahaan yang diinginkan. Sedangkan portofolio adalah bukti hasil kerja yang pernah dilakukan dan dinilai relevan dengan kebutuhan perusahaan. Berikut adalah beberapa perbedaan antara CV dan portofolio:

Siapa saja yang perlu memiliki portofolio?

Portofolio sering dikorelasikan dengan pekerjaan di bidang kreatif, namun sesungguhnya portofolio tidak terbatas pada bidang itu saja. Bagi pekerja kreatif seperti penulis, designer web, fotografer, videografer dan pekerjaan serupa; portofolio diperlukan agar perusahaan dapat meninjau kinerja di proyek sebelumnya serta menilai keselarasan style pekerja dengan brand. Untuk bidang non-kreatif, portofolio juga tetap dapat mendukung agar hiring manager mengetahui hasil performa kerjamu dan semakin yakin akan kemampuan yang kamu miliki. Pekerjaan apa pun dapat dijelaskan secara rinci dengan melampirkan contoh hasil kerja melalui portofolio. Misalkan seorang pengajar dapat memperlihatkan hasil materi pembelajaran atau proyek di kelas; atau seorang digital marketer dapat menjelaskan hasil perencanaan, kreatif, dan metrik yang dari sebuah kampanye yang berhasil dijalankan. Namun, harus dipastikan bahwa hasil pekerjaan yang ditunjukkan tidak menyebarkan informasi sensitif dari perusahaan/proyek tempat kamu bekerja.

Syarat portofolio yang baik

Berikut ini kita akan membahas tentang cara membuat portofolio digital marketing yang dapat meyakinkan perusahaan, beserta beberapa contohnya agar lebih mudah dipahami.

Deskripsikan dirimu. Meskipun sudah ada di CV, namun ada baiknya kamu tetap menampilkan deskripsi diri, timeline perjalanan pendidikan dan karir secara singkat. Karena ruang di portofolio lebih luas dibandingkan CV, maka kamu bisa lebih leluasa menunjukkan kreativitas dan kepribadian kamu melalui kata-kata maupun desain.

Sebagai contoh, ini adalah penggalan deskripsi diri dari portofolio Maulida, alumni RevoU. Beberapa hal yang bisa kita pelajari adalah :

  1. Lampirkan foto yang ramah dan dapat menarik perhatian hiring manager
  2. Tunjukkan kepribadian dan kreatifitasmu
  3. Sebutkan minat yang kamu miliki
  4. Sebutkan pekerjaan yang pernah dilakukan dan hasilnya secara singkat
  5. Sebutkan pendidikan yang relevan dan dapat memberi nilai tambah

Tunjukkan Keterampilanmu. Jika kamu memiliki keahlian di bidang tertentu, maka jangan lupa untuk menyertakannya dalam portofolio. Selain menyebutkan keterampilan yang kamu miliki, akan lebih baik jika pernyataan tersebut juga didukung dengan bukti seperti menyebutkan sertifikasi yang dimiliki atau tools yang biasa digunakan untuk keterampilan tersebut. Namun ingat untuk tetap relevan dengan pekerjaan dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika hanya membual, makan kamu akan menemukan kesulitan ketika diverifikasi saat wawancara.

Sebagai contoh, ini adalah penggalan bagian keterampilan dari Rego, alumni RevoU. Ia menampilkan keterampilan yang dimilik misalkan Paid Advertising, lalu menyebutkan tools yang dipakai seperti Google Ads dan Ubersuggest, dilengkapi dengan link ke Google Ads Search Certification dan RevoU sebagai bukti sertifikasi kemampuannya.

Perlihatkan hasil kerja dari proyek yang pernah dijalankan. Ada berbagai pendekatan yang bisa dilakukan untuk menampilkan proyek yang pernah dikerjakan. Jika hasil karya adalah dalam format gambar, maka kamu bisa langsung menambahkannya di portofolio. Sedangkan jika hasil karya berupa video atau audio, kamu bisa membubuhkan link di portofolio yang disusun dalam format PDF. Kamu juga bisa melampirkan foto atau video saat sedang bekerja, seperti saat mempresentasikan laporan kepada klien, agar membantu perusahaan untuk melihat performa kerjamu. Selain menunjukkan hasilnya, kamu juga bisa mendeskripsikan deskripsi pekerjaan yang dilakukan termasuk juga strategi yang dijalankan.

Sebagai contoh, ini adalah penggalan bagian hasil kerja dari Monalisa, alumni RevoU. Ia melampirkan hasil dari pekerjaannya sebagai social media marketer seperti hasil kreatif visual yang dibuat untuk post Instagram story maupun feed; menyebutkan deskripsi pekerjaannya yaitu evaluasi, boosting post, dan membuat content brief; serta memberikan informasi tambahan yaitu tools yang dia gunakan khusus dalam menjalankan pekerjaan ini.

Tuliskan pencapaian dari hasil kerjamu. Salah satu hal yang paling penting dalam portofolio adalah menyebutkan pencapaian dari hasil pekerjaanmu. Hal ini akan memperlihatkan ke hiring manager bagaimana kinerjamu menunjang performa dan keberhasilan suatu proyek, yang berarti kamu juga dapat berkontribusi dalam perusahaan mereka nantinya. Agar mempermudah dalam mengukur kinerjamu, maka sangat disarankan untuk menuliskan hasil pekerjaan yang number driven.  Namun, perlu diingat bahwa dalam penulisan tentang hasil, disarankan untuk tidak menuliskan informasi sensitif seperti : budget, CPA, CPL, CAC, dan penjualan dalam angka yang pasti (misalkan: 1000), namun lebih baik untuk menuliskan perkembangan dengan presentase (%).

Sebagai contoh, ini adalah penggalan bagian hasil kerja dari Rezky, alumni RevoU. Ia menyebutkan hasil dari kampanye yang dilaksanakan melalui Google Ads seperti “menurunkan 74% dari cost per conversion”, atau “meningkatkan CTR sebanyak 5,9 kali”. Dalam menuliskan hasil performa kerjanya; ia menuliskan secara angka konkrit dengan menggunakan presentase atau perbandingan disertai dengan metrik yang digunakan untuk mengukurnya.

Akhiri dengan Call to Action (CTA). Jangan lupa untuk menutup portofoliomu dengan informasi personal seperti email, nomor ponsel, dan LinkedIn agar hiring manager dapat langsung menghubungimu setelah melihat hasil dari portofoliomu yang meyakinkan.

Terakhir, jika ingin portofoliomu terlihat profesional, maka susunlah dengan jelas, ringkas, dan ramah untuk dibaca. Jika kamu menata dokumen dengan profesional, maka perusahaan dapat menilai positif atas keseriusanmu di pekerjaan tersebut. Pastikan untuk selalu menyimpan salinan maupun memperbaharui portofoliomu, sehingga yang dilampirkan adalah hasil yang menggambarkan perkembangan hasil karyamu selama ini.

Bagaimana cara membuat portofolio?

Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk menyusun portofolio.

Pertama, kamu bisa menyusun portofolio dalam format PDF. Keuntungan dari format ini adalah penyusunannya yang cenderung lebih mudah dan sederhana. Portofolio ini juga bisa diunduh agar dapat diakses secara offline ketika dibutuhkan oleh perusahaan tempat kamu mendaftar.  Namun, kekurangannya adalah jika kamu ingin menunjukkan hasil karya secara audio maupun video, maka kamu perlu membubuhkan link yang bisa terlewatkan oleh pewawancara. Jika kamu memilih cara ini, kamu dapat membuatnya dengan mudah dengan menggunakan Canva maupun Google Slides.

Kedua, kamu bisa memanfaatkan berbagai platform untuk membuat portofolio online. Yang paling mudah adalah melampirkan hasil kerja di profil LinkedInmu. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan platform seperti Behance, Dribble, maupun Journoportofolio . Kelebihan dari format ini adalah kamu bisa menampilkan seluruh hasil pekerjaanmu tanpa terbatas ruang tulis, namun kelemahannya adalah kamu hanya bisa menampilkan hasil karya yang sesuai dengan ketersediaan di setiap platform. Jika kamu tertarik untuk membuat portofolio secara online, kamu bisa melihat contoh dari beberapa alumni RevoU di Behance Alvian, atau Journoportofolio Rizki.

Penutup

Portofolio memang bersifat tidak wajib dalam proses pendaftaran kerja, namun memberikan portofolio dapat menjadi nilai tambah yang membuat dirimu unggul di hadapan perusahaan. Selain meyakinkan hiring manager, penyusunan portofolio juga dapat membantu kamu untuk melakukan refleksi diri terhadap pencapaian kerjamu sehingga ketika dihadapkan dengan pertanyaan serupa di wawancara kamu dapat menjawabnya dengan baik.

Pencarian kerja adalah proses panjang yang tidaklah mudah, apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Maka dari itu sangat penting bagi pelamar kerja untuk memiliki keterampilan yang in-demand, dan dapat menampilkannya dengan baik saat proses mendaftar kerja sehingga bisa diterima oleh perusahaan yang diinginkan. RevoU hadir untuk memberikan ilmu, keterampilan, dan pelatihan di salah satu bidang yang sangat tinggi permintaannya saat ini yaitu Digital Marketing. Selain memperlajari Full-Stack Digital Marketing seperti paid advertising, social media marketing, Search Engine Optimization (SEO), dan Customer Relationship Management (CRM) dari instruktur profesional yang bekerja di startup unicorn seperti Tokopedia, GoJek, Traveloka, dan Grab ; kamu juga dapat mengikuti program career coaching di RevoU Next. Kamu akan dibimbing agar bisa membuat CV yang menarik, menyusun portofolio dari proyek yang dikerjakan selama di RevoU, serta membuat profil LinkedIn yang lebih profesional. Kamu juga akan mendapatkan feedback langsung dari career coach yang sudah berpengalaman sebagai hiring manager di perusahaan tingkat Indonesia maupun Asia Tenggara. Mereka akan membantu kamu terutama dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi behavioral dan technical interview agar kamu siap ketika menghadiri wawancara dan kesempatan kamu diterima semakin tinggi.

Tertarik untuk mempelajari program ini lebih lanjut?

Kunjungi laman kami di revou.co

Teaching driven individuals the skills they need to accelerate their career in the tech industry ?

Vilory Ivy

Vilory Ivy

Content Marketing Executive at RevoU <kritik dan saran: [email protected]u.co>